Bebas

Pohon Kemuning, Tanaman Langka,Dihuni Makluk Halus

Kudus,Dupanews.id – Menurut mitos, pohon kemuning itu  tempat tinggal favorit makhluk halus. Sebab jika tengah berbunga memunculkan aroma sangat harum. Kondisi ini menjadi berbeda ketika malam hari- diselingi semilir angin – sehingga bulu kudukpun berdiri.

Keadaan ini membuat kemuning menjauh dari kehidupan manusia. Tanaman ini hanya ditemukan di tempat-tempat yang terpencil dan jarang dikunjungi manusia . Bahkan banyak yang dikeramatkan.  Kemuning hidup terpencil sendiri, di tempat yang sepi. 

Menurut Muhammad Taufik Joko Purwanto – Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogya ( DIY), tanaman  kemuning merupakan salah satu kekayaan hayati botani di Indonesia.

Dan tergolong tanaman sulit ditemukan (langka).  Populasinya terus merosot yang antara lain disebabkan munculnya cerita mistis yang melingkupi kehidupanya. Pada akhirnya, kemuning cenderung tidak banyak dibudidayakan. Bahkan dibiarkan begitu saja dan diharapkan untuk musnah dalam kehidupan ini. 

Guna menyelamatkan kemuning dari kepunahan perlu dilakukan kampanye untuk mendorong agar lebih dikenal masyarakat Dan masyarakat tergerak untuk membudidayakan tanaman ini.

Kemuning mampu dimanfaatkan sebagai tanaman estetika , yaitu tanaman hias. Seperti bonsai. Lalu sebagai perindang di halaman rumah, kantor, hotel dan di jalan.

Hal ini disebabkan, kemuning mempunyai habitus yang baik.

Ukuran batang tidak terlalu besar dengan ketinggian rata–rata 2 hingga 3 meter. Tajuk yang rimbun; daun selalu hijau; buah kecil berwarna merah dan berbunga dengan aroma yang harum serta berbentuk indah.

Selain itu batang kemuning juga berpotensi untuk dipergunakan sebagai bahan pembuatan kerajinan produk kerajinan. Antara lain, ukiran kayu, perabot rumah tangga seperti kotak tisu, tempat pensil, nampan, tatakan gelas dan juga untuk pembuatan warangka maupun pendok keris, pedang dan juga gagang pisau. “ Sebab kayu kemuning mempunyai sifat: bertekstur halus, serat lurus, kuat, warna kompak, padat dengan  tingkat kekerasan yang sedang serta mudah dikerjakan” ujar Joko Purwanto.

Kemuning adalah bahasa Jawa. Sedang bahasa Sundanya  kamuning , , kemoning  (Bali),  kamonèng  (Manado,  Makasar) kamoni   palopo(Bugis), eseki (Wetar ), tanasa (Aru), kamoni (Ambon).Secara taksonomis tanaman ini berordo: Sapindales; Famili: Rutaceae; Genus: Muraya dan species: Muraya paniculata.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button