Sosial

Bendungan Randugunting, Multi Fungsi

Blora, Dupanews.id – Bendungan Randugunting yang berada di Desa Kalinanas Kecamatan Japah Kabupaten Blora, sejak Senin lalu (29/11/2021) mulai digenangi ( diisi air/impounding).

Ini merupakan salah satu diantara 65 bendungan yang dibangun pemerintahan Jokowi periode 2014-2019 dan kemudian diteruskan pada 2020-2024. Khusus di Jawa Tengah ada tiga bendungan, yaitu bendungan Logung di Kabupaten Kudus yang telah dioperasikan. Disusul bendungan Randugunting dan bendungan Jragung di Kabupaten Semarang yang hingga sekaarng masih dalam proses penyelesaian

Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana (Juana) Adek Rizaldi : Pengisian air dilakukan agar dari segi manfaat sudah langsung bisa dirasakan masyarakat terutama untuk mereduksi banjir sebesar 81,42 meter per detik Sekaligus mengamankan areal seluas 2.284 hektar di Kabupaten Pati dan Rembang daerah hilir. “Hal ini bertepatan dengan sudah masuk musim hujan dan ditambah ada prediksi gejala La Nina dari BMKG, sehingga intensitas curah hujan lebih besar dari kondisi normal dan debit sungai juga akan semakin tinggi,” ujarnya.           

Dengan total kapasitas tampung bendungan sebesar 14,42 juta meter kubik, bendungan, ini akan bermanfat sebagai konservasi untuk menampung air hujan. “Sehingga tidak sia-sia terbuang ke laut dan dapat mengisi ketersediaan air tanah di Blora yang sering mengalami kekeringan, 

Adek menjelaskan kontrak pekerjaan pembangunan Bendungan Randugunting dimulai sejak 8 November 2018 dan berakhir pada 7 November 2022, sehingga terjadi percepatan penyelesaian sekitar 11 bulan dari target sesuai kontrak.

Saat ini progres konstruksinya sudah 90 persen dengan kondisi tubuh bendungan, spillway, intake dan hidromekanikal juga rampung dan telah melewati sidang pengisian bendungan dengan Komisi Keamanan Bendungan sehingga dinyatakan sudah bisa dilakukan impounding.

Pekerjaan pembangunan bendungan ini ditargetkan mencapai 95 persen pada akhir Desember 2021. Dengan demikian, pada Januari 2022 sisa pekerjaannya tinggal 5 persen yang meliputi penyelesaian fasilitas pendukung seperti fasilitas umum, pengamanan di sekitar waduk seperti pembuatan pagar, dermaga, dan pekerjaan minor lainnya.

Dengan selesainya konstruksi bendungan yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) ini juga akan mendukung peningkatan irigasi premium yakni irigasi yang mendapatkan air bersumber dari bendungan.

Fungsinya, untuk mengairi areal pertanian di wilayah kering Kabupaten Blora dan Rembang melalui Daerah Irigasi (DI) Kedungsapen seluas 630 hektar dengan pola tanam padi-padi-palawija.

Bendungan Randugunting juga diproyeksikan dapat mendukung penyediaan air baku di Kabupaten Blora sebesar 100 liter per detik, Kabupaten Pati 50 liter per detik, dan Kabupaten Rembang 50 liter per detik, serta pengembangan pariwisata air dan agrowisata di Kabupaten Blora.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan BBWS Pemali Juana I Gusti Ngurah Carya Andi Baskara mengatakan proyek Bendungan Randugunting yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Andesmont Sakti (KSO) dengan biaya APBN 2018-2022 senilai Rp 880 miliar dapat selesai lebih cepat. Hal ini, karena tidak ada hambatan secara teknis untuk konstruksi dan sosial dalam pembebasan lahan. “Pembebasan lahan kawasan hutan produksi tetap lewat Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) seluas 192,111 hektar bisa selesai di awal 2019 dan juga pembebasan lahan milik masyarakat seluas 32 hektar juga kita selesaikan di 2019,” lanjutnya.

Kecamatan Japah adalah kecamatan termuda di Kabupaten Blora, yang dibentuk pada tahun 1992 dan terdiri 18 desa. Semula adalah bagian dari wilayah Kecamatan Ngawen.

Sebagian besar wilayahnya  berupa lahan kritis dan tandus. Dengan tingkat penghasilan per capita penduduknya rendah, sehingga  tingkat pertumbuhan ekonominya stagnan. Dengan berfungsinya, waduk Randugunting tersebut, maka sangat terbuka kecamatan ini berubah dalam banyak hal- terutama dalam hal perkembangan ekonominya.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button