KudusPemerintahanSosial

BUMDes Karangampel Hanya Setor Rp 8,3 Juta Harusnya Rp 30 Juta. Uang Keamanan Rp 5.000 Setiap Kamis

Kudus, Dupanews.id – Pekan lalu pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangampel Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus  setor uang tunai Rp 8.300.000,- (Rp 8.3 juta) ke kas desa.  Uang tersebut diperoleh dari sebagian pemasukan biaya parkir di dalam komplek Pasar Karangampel.

Sekretaris Desa Karangampel, Didik Purnomo yang dihubungi Dupanews melalui telepon mmbenarkan hal itu. Namun seharusnya BUMDes membayar Rp 30 juta/tahun sesuai kesepakatan antara BUMDes dengan warga.. Selain itu juga tidak ada penjelasan dari pihak BUMDes, kenapa hanya setor Rp 8,3 juta. Apakah kekurangannya akan “ditutup” (dilunasi), atau karena kemampuannya membayar hanya sebesar itu.

Padahal menurut Rochmad, salah satu diantara 10 orang penjaga penitipan sepeda motor di Pasar Karangampel, rata rata pemasukan uang dari titipan motor ini mencapai sekitar Rp 800.000 per hari. Hasil dari sekitar 300 motor milik buruh rokok yang dipungut Rp 2.000,-/ sepeda motor. Atau totalnya Rp 600.000 Lalu ditambah sekitar 200 motor milik warga-pedagang yang dikenakan biaya Rp 1.000. Atau totalnya Rp 200.000,-

Baca Juga : Jaga Motor Seharian Honornya Rp 65.000 BUMDes Karangampel Ingkar Janji

Dari penghasilan rata rata Rp 800.000 tersebut, sebagian besar dipakai untuk membayar  10 orang penjaga @ Rp 65.000,- Atau Rp 650.000, sehingga sisa lebih Rp 150.000,- per hari. Jika dihitung setahun maka terkumpul : Rp 150.000 x 30 x 12 = Rp 54 juta.

Khusus untuk Lebaran 2021, pihak BUMDes telah memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sekitar 300 buruh rokok yang setiap hari menjadi pelanggan parkir Pasar Karangampel sebesar Rp 50.000./buruh. Termasuk kepada 10 penjaga motor yang besarannya konon mencapai Rp 500.000/ penjaga.

Pedagang telur Pasar Karangampel Munsaurip menambahkan, setiap pedagang selain  dikenakan retribusi resmi dari Dinas Perdagangan Rp 2.000/ hari. Juga diharuskan membayar biaya keamanan Rp 5.000/ pedagang/Kamis. Ditambah biaya pemakaian listrik yang jumlahnya bervariasi dan paling sedikit Rp 10.000.

Degan membayar biaya keamanan Rp 5.000/ Kamis. Maka total penerimaan petugas keamanan mencapai Rp 5.000 x 300 pedagang = Rp 1.500.000 per minggu.

Sedang unntuk kelistrikannya belum/tidak diketahui jumlah/besaran  watt yang ada di Pasar Karangampel. Selain itu tidak semua pedagang menggunakan listrik. Untuk kelanjutan  pembangunan kios baru yang berada di sisi barat dekat pintu masuk pasar, dalam dua minggu  terakhir terhenti. Sampai sekarang pun banyak pedagang yang mempertanyakan siapa yang membangun kios baru tersebut. (Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button