KudusPemerintahan

“Disunat” Uang Bantuan Produktif Usaha Mikro

Share

Kudus, Dupanews.id – Diduga terjadi “penyunatan” uang bantuan produktif usaha mikro. Dengan cara melalui oknum tertentu di tingkat desa. Alasannya untuk setoran ke pemerintahan desa (Pemdes) dan DinasTenaga Kerja Perindustrian Koperasi UKM (Disnaker Perinkom UKM) Kabupaten Kudus.


Adapun jumlah setoran dari masing masing penerima bantuan produktif tersebut sebanyak Rp 200.000. Uang tersebut adalah sebagian dari total uang bantuan produktif sebanyak Rp 1,2 juta dan telah diterima masing masing penerima bantuan melalui rekening Bank BRI. Kemudian Rp 200.000 diantaranya disetorkan secara tunai kepada oknum perantara.


Kepala Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu, Syafii Noor, yang ditemui di ruang kerjanya Kamis siang (2/9/2021) menegaskan tidak tahu menahu tentang setoran uang Rp 200.000. Begitu pula seluruh perangkat desa.


Kemudian mengajak Dupanews, ke rumahnya untuk dipertemukan langsung dengan isterinya, “ Saya juga tidak tahu. Memang ada salah satu anggota Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang memberikan sejumlah uang secara pribadi untuk menambah kas PKK.” Ujar Ny Syafii Noo, tanpa menyebutkan besaran bantuan yang diterima.


Sedang PKK Desa Kaliwungu dalam kondisi pandemic, telah melakukan berbagai bentuk usaha, sehingga memunculkan lapangan tenaga kerja baru dan penghasilan bagi para anggota.
Kepala Disnaker Perinkom UKM Kudus. Rini Kartika Hadi Ahmawati yang dihubungi via telepon menyatakan akan mencek lebih dahulu ke lapangan. Sedang info sementara yang diterima Dupanews, kasus tersebut selain terjadi di Desa Kaliwungu, juga terjadi di Desa Karangampel, Mijen dan Gamong.


Data dari Disnaker Perinkom UKM menyebut jumlah pendaftaran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap tiga tahun 2021 mencapai 5.336, namun paling tidak lima persen diantaranya fiktif. (Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button