KudusPemerintahanPendidikan

Tinjau PTM, Hartopo Edukasi Protokol Kesehatan Ke Para Siswa

KUDUS, dupanews.id – Setelah beberapa kali meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di beberapa sekolah menengah, Kali ini SMA 1 Bae Kudus yang disambangi Bupati Kudus didampingi Asisten Pemkesra dan Kepala Dinas Pendidikan, Kamis (2/9).

Disambut oleh Kepala Sekolah, guru, serta satgas covid sekolah. Bupati Kudus HM Hartopo memeriksa kesiapan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan di sekolah tersebut.

” Sudah bagus karena sudah sesuai dengan arahan satgas covid daerah. Mulai dari cuci tangan, tempat screening, sampai adanya satgas sekolah yang mengatur akses keluar masuk lingkungan,” ungkap Hartopo

Ruangan guru menjadi tempat berikutnya yang ditinjau Hartopo. Dirinya meminta penerapan protokol kesehatan dijalankan secara ketat di lingkungan sekolah.

“Saya harap bapak ibu guru tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan yanh ketat di lingkungan sekolah. Saling mengawasi dan mengingatkan untuk kebaikan bersama,” pintanya.

Hartopo juga meminta pada guru untuk selalu memberikan edukasi terkait covid-19 pada siswa siswi sebelum awal kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Murid-murid perlu diberi pemahaman satu menit dua menit mengenai apa itu covid, penularanya. Serta cara mencegahnya sebelum pelajaran mulai agar mereka paham,” terangnya

Beranjak dari ruangan guru, Hartopo melanjutkan tinjauanya menuju salah satu ruang kelas yang sedang berlangsung kegiatan PTMT.

“Pak Bupati harap kalian dapat tetap mematuhi protokol kesehatan agar covid tidak kembali melonjak yang tentunya dapat berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar,” pesannya.

baca Juga : Bupati Kudus H.M. Hartopo Menanggap dan Meninjau Robohnya Atap Bangunan Kelas di SD 4 Prambatan Kidul

Orang nomor satu di kabupaten Kudus itupun menjadi guru dadakan yang memberikan edukasi sekaligus pemahaman pada siswa-siswi tentang virus corona, penyebaranya, dan cara pencegahanya.

“Perlu diketahui, virus corona adalah mikro organisme yang dapat hidup dan berkembang jika bertemu inangnya. Maksudnya adalah jika masuk kedalam tubuh akan bisa hidup dan menyebar sehingga dapat merusak organ tubuh, ini sangat bahaya. Makanya protokol kesehatan 5M perlu diterapkan untuk mencegah penyebaranya,” jelasnya.

Selain itu, tujuan dan kegunaan dari vaksinasi sebagai program dari pemerintah pun beliau jelaskan secara gamblang dengan harapan para siswa dapat memahaminya.

“Saat ini, pemerintah sedang mencanangkan vaksinasi untuk para pelajar, tujuan dan kegunaan vaksin adalah untuk membentuk antibody dalam tubuh agar meminimalisir resiko jika terpapar covid, apalagi adek-adek telah memulai aktivitas KBM ini, tentunya vaksinasi sangat dibutuhkan” terangnya.

Lebih lanjut Pihaknya mengatakan, “Perlu dipahami, Vaksinasi bukan membuat tubuh jadi kebal akan virus, karena vaksin adalah tentaranya tubuh yang bersifat sementara. Oleh karena itu, disiplin protokol kesehatan harus tetap dilakukan untuk melindungi diri dan orang sekitar kita,” pungkasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button