KudusSosial

Rumah Pemotongan Hewan, Hanya 2-5 Ekor Kerbau Per Hari Yang Dipotong di RPH

Kudus, Dupanews.id – Sungguh eman, rumah pemotongan hewan (RPH) di Desa Prambatan Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Setiap harinya cuma “disodori” 2-5 ekor hewan untuk dipotong. Padahal kapasitas pemotongan per harinya 25 ekor.

            Dengan demikian dari sisi pendapatan, Dinas Pertanian bidang peternakan Kabupaten Kudus hanya memperoleh penghasilan 2- 5 ekor x Rp 25.,000,- Atau Rp 50.000- Rp 125.000/hari. Atau per bulan ( dihitung kerja penuh selama 30 hari) Rp 1,5 juta – Rp 3,75 juta.

sumber bau menyengat di RPH Prambatan Kidul (Foto Sup)

Sungguh tidak sebanding dengan pembangunan RPH itu sendiri yang mencapai Rp 7 miliar (pembangunan dilaksanakan secara bertahap dan rampung 100 persen pada akhir 2015) dan berkatagori RPH modern. Yaitu memiliki  alat potong semi otomatis,  pemotongan manual, tempat karantina hewan, pengolahan limbah, tempat pemeriksaan kesehatan ternak, hingga daya tampung kandang sementara sekitar 40 ekor. Sedang kapasitas pemotongan ternak sekitar 25 ekor ternak besar/hari.

Selain RPH modern ini juga dengan semena mena menggusur RPH Ploso yang dibangun pemerintah Belanda di pinggir Sungai Gelis dengan fasilitas lumayan memadai. RPH ini sebenarnya tergolong cagar budaya, namun karena tim peneliti cagar budaya Dinas Kebudayaan dan Parwisata (Disbudpar). “kelupaan” dalam menginvetarisasi cagar budaya, Maka baru sekitar dua-tiga tahun RPH Ploso diratakan dengan tanah. Diganti bangunan baru sebuah bank milik Pemkab Kudus.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah pedagang hewan yang ditemui Dupanews, keberadaaan RPH modern tidak begitu menarik perhatian-minat mereka untuk “memotongkan” hewannya di sana. Sebab, lokasinya nylempit tidak mudah dijangkau,  jalannya relatif sempit dan berjauhan dengan pasar. Mobil apalagi pengangkut hewan saat berpapasan dengan mobil lain, harus berhenti lebih dahulu salah satu diantaranya. Mereka memilih memotongkan hewannya ke tukang jagal, meski dalam banyak hal tidak memenuhi persyaratan

Ruang bawah RPH Prambatan Kidul mirip tempat parkis mobil pusat pertokoan (Foto Sup)
Sedang menurut Kepala RPH Prambatan Kidul, Sudibyo, keengganan para bakul hewan untuk memotongkan hewannya di RPH modern ini karena faktor jarak yang dianggap agak jauh.

Tentang limbah RPH modern yang berbau busuk dan menyengat ini, Sudibyo juga berpendapat nanti kalo sudah mengendap baunya akan berkurang.

Selain mengendus bau menyengat, Dupanews, juga menyaksikan dua ruangan di bagian bawah yang  berjendela dan berpintu kaca dalam kondisi kosong. Terkunci rapat dan kotor. Lalu di bagian depan bangunan ini nampak pilar pilar beton. Mengingat sebuah bangunan untuk parkir mobil, Sedang di bagian atas tidak diketahui untuk kegiatan apa. Hanya saja ketika hendak melalui tangga beton untuk naik atas, terpaksa dibatalkan karena tidak tahan menahan bau yang menyengat, Sedang di bagian belakang ada sebuah bangunan yang diperuntukkan bagi hewan untuk “dikarantina “ sesaat, Sebelum menjalani pemotongan/penyembelihan. Oleh karena tidak ada hewan yang dikarantina  maka tempat ini cukup bersih.(sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button