KudusWisata Religi

Berjubel Peziarah Sunan Kudus

Kudus, Dupanews.id – Komplek Menara Masjid Makam Sunan Kudus  (M3SK) di Kota Kudus sepanjang Minggu dipadati  peziarah yang tidak hanya berasal dari warga setemoat, tetapi juga dari kabupaten/kota/provinsi tetangga.

Terminal wisata Bakalan Krapyak yang terletak  sekitar 1.200 meter dari komplek M3SK dipenuhi bus antar kota-antar provinsi . Begitu pula ruas jalan perempatan Menara ke selatan dan ke arah barat-timur (Jalan Sunan Kudus) dijejali  angkutan kota/pedesaan, mini bus dan mobil pribadi.

lebiih asyik peziarah naik dokar (foto Sup)
lebiih asyik peziarah naik dokar (foto Sup)

Peziarah yang turun-naik dari terminal Bakalan Krapyak bisa memilih angkutan untuk menuju M3SK. Naik becak, ojek motor, dokar dan angkutar umum. Bahkan banyak pula yang memilih jalan kaki, karena “rute”nya lebih dekat- tanpa dipungut biaya dan sembari “olahraga”. Masing masing angkutan telah ditetapkan ongkosnya secara standar, sehingga tidak perlu adanaya tawar menawar.

baca Juga : Menengok Cagar Budaya Makam Sunan Kudus Ada 34 Makam dan 8 Cungkup

Berjubelnya peziarah tersebut disadar  atau tidak telah melanggar salah satu protokol kesehatan ( menjaga jarak). Sedang di lokasi M3SL, pengurus menyediakan tempat cuci tangah di tiga lokasi. Begitu pula di komplek  terminal Bakalan Krapyak. Namun terlihat masih banyak peziarah yang mencuci tangan lebih dahulu sebelum masuk komplek makam Sunan Kudus. Begitu pula untuk pemakaian masker.

Diantara peziarah tersebut,  sebagian diantaranya memakai pakaian seragam. Terutama kaum perempuan, sehingga menjadikan suasana seputarnya “berbeda”.Apalagi jika warna pakaiannya menyolok.

Terlepas longgarnya protokol kesehatan tersebut, dengan meningkatnya jumlah peziarah. Tentu saja disambut gembira, para “abang becak”,  ojek motor, dokar, angkutan kota/pedesan, Mat Kodak ,warung dan pedagng kaki lima lainnya.

Tidak nampak adanya polisi lalulintas dan din petugas Dinas Perhubungan di ruas ruas jalan sejak dari kpmplek terminal Bakalan Krapyah, M3SK dan seputarnya. Terkecuali di komplek terminal Bakalan Krapyah.

baca Juga : Masjid Langgar Dalem, Konon Bekas Rumah Sunan Kudus

Selain dipicu dengan dibukanya tempat ziarah, longgarnya protokok kesehatn. Kebetulan dalam tiga hari terakhir “liburan paskah” dan juga terkait dengan semakin dekatnya bulan puasa ( ramadhan).

Kondisi serupa juga terlihat di komplek masjid makam Sunan Muria dp Desa wisata Colo, 18 kilometer utara kota Kudus. Diperkirakan puncak ziarah di mnakam Sunan Kudus dan makam Sunan Muria, terjadi pada Minggu 11 Maret/ Sebab pada hari pertama puasa hingga puasa berakhir ( selama sebulan penuh) nyaris tidak ada peziarah.) (Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button