Kudus

Nasi Pecel, Yang Dicari Peziarah Sunan Kudus

Kudus, Dupanews.id – Nasi pecel menjadi makanan pilihan utama bagi umumnya peziarah yang berkunjung ke komplek Masjid Menara Makam Sunan Kudus (M3SK) di Kota Kudus. Kemudian nasi soto. Sedangkan  jenis makanan lain- seperti opor, pindang, lodheh, sate ayam, mie bakso dan sebagainya menjadi pilihan berikutnya. Padahal makanan khas Kudus yang dikenal luas selama ini antara lain, soto, pindang, tahu telor, garang asem hingga opor

Belum diketahui secara pasti  kenapa justru pecel yang dijadikan jujukan bagi  peziarah.Kami tidak tahu penyebab pastinya.Namun peziarah yang sebagian besar dari luar Kota Kretek ini makan nasi pecel bagai kewajiban. Dianggap belum komplit ketika berziarah di M3SK tidak makan pecel atau nasi soto,” tutur sejumlah bakul pecel  ketika  ditemui terpisah di komplek terminal wisata-ziarah Bakalan Krapyak- sekitar 600 meter  sebelah barat  laut dari  M3SK,  Sabtu (5/2/2022).

Jumlah penjual nasi pecel di komplek terminal Bakalan Krapyak sebagian besar berlokasi di pojok selatan. Hanya  terbatas lima hingga tujuh penjual. Dagangannya digelar di bagian depan kios. Sedang kiosnya sendiri malah dipergunakan sebagai tempat meja dan kursi para pembeli. Ditambah kursi panjang diseputar meja tempat berjualan nasii pecel dan uba rampenya .” Satu porsi nasi pecel Rp 5.000.Kami juga menyediakan lauk pauknya- seperti tempe, tahu, bergedel, aneka macam telor, ayam goreng hingga burung puyuh.Sebgaian di makan di tempat sebagian lagi minta dibungkus” tutur perempuan satu anak usia 2,5 tahun yang tidak mau disebut jati dirinya.

Baca Juga : Bupati Sebut Lapak Kuliner Malam Bantu Warga Bangkit dari Pandemi

Perempuan bertubuh gemuk, asal Desa Pasuruan Lor Kecamatan Jati (Kudus) ini punya dua warung. Satu warungnya  berada di komplek pedagang kaki lima (PKL) M3SK. “ Saya bergantian dengan budhe saya.Di Bakalan Krapyak dalam kondisi pandemi hanya  setiap Sabtu dan Minggu saja, yang lumayan jumlah peziarah. Sedang di M3SK, pembelinya tidak hanya melulu peziarah, tapi  warga lainnya. Suami saya pengojek di M3SK, sehingga saling bantu,” tuturnya.

Mengingat animo peziarah terhadap nasi pecel cukup besar,  para bakulnya berharap pemerintah kabupaten memberikan tempat khusus bagi mereka di kawasan terminal wisata Bakalan Krapyak. Nasi pecel- nyaris tersaji pada setiap semua warung makan di perkotaan hingga pedesaan  di seluruh wilayah Kabupaten Kudus. Khusus untuk di seputar tempat wisata-ziarah  Colo Gunung Muria, lebih dikenal dengan pecel pakis- Bumbunya sama dengan pecel pada umumnya tetapi sayuran utamanya dari daun pakis- tumbuhan khas Gunung Muria.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button