BudayaKudusReligi

Ribuan Bungkus Nasi Jangkrik Siap Dibagikan

Kudus,Dupanews.id- Ribuan bungkus nasi jangkrik siap dibagikan sejak Senin dinihari (8/8/2022). Begitu pula pagar besi di samping kanan pintu keluar komplek Menara Kudus juga telah terpasang. Termasuk di depan sejumlah rumah di selatan menara sisi barat. Sedang gang-gang tempat  untuk memperoleh nasi jangkrik juga telah siap.

              Termasuk ratusan tenaga kerja  yang menangani menanak nasi, memotong motong daging ukuran kecil,memasak daging, membungkus nasi dengan daun jati , menyembelih dan menguliti  daging kerbau dan kambing.  Belum termasuk tenaga lain, yang seluruhnya mencapai sekitar 300 orang. Sedang kerbau yang disembelih tercatat 13 ekor, kambing  76 ekor, ayam, beras hingga beragam bumbu lainnya, yang sebagian besar berasal dari sumbangan warga. Bahkan sempat seekor kerbau sumbangan masyarakat  baru diantar ke pihak panitia di komplek Yayasan M3SK Minggu siang , sehingga belum diputuskan mau diapakan kerbau tersebut.

              Itulah suasana  seputar  komplek Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (M3SK) yang dipantau hingga  Minggu sore (7/8/2022), dalam menyambut puncak ritus kolosal  Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus Senin (8/8/2022). Diperkirakan ribuan warga bakal antre untuk mendapatkan nasi jangkrik, yang sempat ditiadakan gegara covid-19.

              Nasi jangkrik menurut buku Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus terbitan Yayasan M3SK, merupakan salah satu makanan favorit Sunan Kudus- selain opor panggang yang dihidangkan pada acara jamadsan pusaka Sunan Kudus.”Pembagian nasi jangkrik berfalsafat  untuk membangun  semangat  berbagi kepada sesama manusia.  Terutama kepada masyarakat yang membutuhkannya. Berkah dibagikan  untuk berbagai kalangan. Baik muslim maupun no muslim. Kecuali daging nadzar  yang dikhususkan  kaum muslim saja,” ujar Ketua YM3SK, Nadjib Hassan.

Jenis Brekat

              Ada tiga jenis brekat setiap kali digelar Buka Luwur. Yaitu brekat salinan : adalah brekat yang a a\walnya diperuntukkan  bagi masyarakat di seputar Menara saja dengan cara menukarkan nasi yang dibawa dari rumah- kemudian ditukar dengan nasi  buka luwur. Sebagai bentuk imbalan dari panitia kepada warga yang telah membantu panitia. Namun kebijaksanaan ini dirubah untuk masyarakat umum.

              Brekat kartu Shadaqah : untuk warga yang telah  memberikan shadaqah untuk keperluan Buka Luwur. Penyumbang dengan nilai kecil  diberikan nasi jangkrik yang dibungkus daun  jati. Penyumbang besar ( misalnya menyumbang kerbau) juga diberikan brekat- tetapi diantar langsung ke rumah penyumbang.

              Brekat kartu shadaqah juga  diberikan kepada semua pihak yang juga ikut berpartisipasi mensukseskan Buka Luwur. Dari tukang masak, bolang –cincang, khatimin, hingga anak yatim. Pembagiannya dipusatkan di jalan Sunan Kudus 188, sejak pukul 05.00 – 08.30 WIB

              Brekat umum :diberikan kepada masyarakat umum sejak pukul 05.30 WIB. Setelah terlebih dahulu dilakukan pembacaan doa  dari jurukunci  M3SK usai shalat shubuh. Mengingat jumlah warga yang menginginkan sangat banyak (ribuan) dan harus antri, maka muncul jual beli nasi jangkrik.               Sedang untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah peziarah dalam menyambut Buka Luwur, pihak Dinas Perhubungan memberlakukan rute khusus untuk pengojek jurusan Menara – Terminal Wisata Bakalan Krapyak. Terutama saat  kembali ke terminal Bakalan Krapyakj. Yaitu  kea rah timur- perempatan jalan/lampu lalulintas- belok kiri (utara) – mentok- belok kiri (barat) – lurus mentok- belok kanan- pertigaan warung sate belok kiri (barat)- pos keamanan – masuk komplek terminal Bakalan Krapyak. (Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button