Nasional

Blora Kini Memiliki Bandara Ngloram

Blora, Dupanews.id – Kabupaten Blora, terhitung sejak Jumat (26/11/2021) memiliki bandar udara (bandara). Ditandai dengan  penerbangan perdana komersial dari bandara Halim Perdana Kusuma (Jakarta) ke bandara Ngloram di Cepu. Yang ditempuh selama satu jam lima belas menit, dengan pesawat ATR 72 dan ditumpangi sekitar 60 an orang.

Ini merupakan tonggak sejarah bagi penduduk di  Kabupaten Blora yang berjumlah sekitar 848.369 jiwa, Setelah menanti selama 37 tahun. Bandara ini pada awalnya dibangun PT Pertamina pada tahun 1978 dan dioperasikan hingga 1984, dengan status bandara khusus. Setelah itu tidak berfungsi.

Keberadaan bandara Ngloram akan membuka akses lebih cepat ke Kabupaten Blora yang terdiri 16 kecamatan. Selama ini dikenal sebagai wilayah yang “nyakang”, atau “magak” dari sisi transportasi.

Warga yang ingin berpergian dengan menumpang pesawat terbang, harus  ke bandara Achmad Yani di Semarang, atau bandara Adi Sumarmo di Solo. Dua bandara terdekat yang berjarak sekitar 130 kilometer dari Blora. “Akhirnya mimpi saya dan mimpi segenap  penduduk terwujud. Meski baru sebatas Jakarta- Cepu seminggu dua kali. Namun kami sangat yakin  dengan dioperasikan bandara Ngawen,  maka dalam banyak hal akan berbuah positif. Khususnya menyangkut peningkatan ekonomi,” tegas Bupati Blora Arief Rohman.

Bandara Ngloram,  juga bisa dimanfaatkan sebagian besar penduduk di Kabupaten Rembang, sebagian penduduk Kabupaten Pati, Grobogan, Bojonegoro, Tuban dan Ngawi (Jawa Timur).

Dengan dioperasikannya bandara tersebut, maka di eks Karesidenan Pati ( meliputi Kabupaten Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara) terdapat dua bandara. Satu diantaranya yang lebih dahulu muncul adalah bandara Dewadaru di Kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara.

Blora menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jateng, berada di urutan ke 13 dari bawah dalam tingkat kemiskinan dari 35 kabupaten/kota. Dengan jumlah penduduk miskin(2021) 107.100 jiwa atau12,39 persen dari total penduduknya, sehingga masuk ke zona merah.

Padahal kabupaten yang terletak di perbatasan Kabupaten Ngawi (sebelah selatan) dan Bojonegoro ( sebelah timur) Jawa Timur ini memiliki kekayaan alam- antara lain sumber minyak di Blok Cepu yang dikenal dan di-eksploitasi sejak zaman kolonial. Lalu hutan jati yang sebagian besar berada di Kecamatan Randublatung dengan kualitas terbaik. Kemudian sebagai “penghasil” sapi terbesar di Jawa Tengah dan nomor dua di tingkat nasional, dengan populasi  267.193 ekor ( data tahun 2020)

Selain itu memiliki potensi pariwisata : Seperti wisata alam gua Terawang Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan. Gua Kidang Desa Tinapan Kecamatan Todanan, gua  Sentono Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan , Gunung- Perbukitan  Manggir  Desa Ngumbul Kecamatan Todanan dan kawasan wisata Kedungpupur .

Lalu kawasan wisata buatan meliputi: waduk Tempuran berada di perbukitan di Dukuh Juwet Desa Tempuran Kecamatan Blora. Taman Sarbini  di Kelurahan Tempelan Kecamatan Blora. Waduk Greneng Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan. Waduk Bentolo Desa Tinapan Kecamatan Tunjungan;

Geo-park wisata migas  Desa Ledok, Kecamatan Sambong. Pemandian Sayuran  Desa Soko Kecamatan Jepon; Loko Touri Kecamatan Cepu;. Museum migas di Kecamatan Cepu; dan kawasan desa wisata iputi: Kelurahan Jepon Desa Tempuran, Desa Temengeng, Desa Greneng, Dukuh Temanjang Desa Klopoduwur dan Desa Wulung.

Kawasan wisata budaya : Taman Budaya dan Seni Tirtonadi  Kelurahan Kedungjenar Kecamatan Blora;  Makam Bupati Blora Tempo Dulu Desa Ngadipurwo Kecamatan Blora;  Makam K. H. Abdul Kohar  Desa Ngampel Kecamatan Blora; Makam Sunan Pojok  Kelurahan Kauman Kecamatan Blora; Makam Janjang, makam Jati Kusumo, dan makam Jati Swara  Desa Janjang Kecamatan Jiken;

Petilasan Kadipaten Jipang Desa Jipang Kecamatan Cepu;) Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan pada pemakaman umum Desa Temurejo Kecamatan Blora, Makam Maling Gentiri  Desa Kawengan Kecamatan Jepon. Makam PurwoSuci Ngraho Kedungtuban  Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban dan Makam Mbah Engkrek berada di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo.

Cagar budaya : berupa Situs Ngandong, Jigar,  Sunggun,  Sembungan, Medalem  Parengan, Kuwung,  Getas, Goa Sentono berada di Kecamatan Kradenan;  Situs Kedinding di Kecamatan Kedungtuban, Situs Mulyorejo , Ngloram di Kecamatan Cepu,  Situs Goa Kidang , Soronini  Kecamatan Todanan, Situs Blungun  di Kecamatan Jepon,  Situs Gembyungan, Kuthukan, Gedangbecici di Kecamatan Randublatung, Situs Bengir di Kecamatan Tunjungan,  Situs Pengging Tapaan, Sumur Pitu di Kecamatan Banjarejo,  Situs Kamolan, Gersi  Kecamatan Blora; Situs Botoreco  di Kecamatan Ngawen; dan Situs Janjang berada di Kecamatan Jiken.

Dan yang tidak kalah menariknya adalah  kawasan permukiman sedulur sikep  yang bernilai strategis dari sudut kepentingan sosial budaya. Kawasan ini berada di Kecamatan Banjarejo, Kecamatan Sambong, Kecamatan Kradenan, dan Kecamatan Randublatung. (Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button