Kudus

Budi & Bambang Hartono “Wong” Kudus ini Terkaya di Indonesia, Urutan ke-86 Tingkat Dunia

Kudus, Dupanews.id – Dua bersaudara asal Kudus Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, kembali tercatat sebagai orang terkaya pertama dan ke dua di Indonesia. Sedang di tingkat dunia  berada di urutan ke- 86 dan ke -89. Berdasarkan rilis  Majalah Forbes daftar orang terkaya di dunia 2021, Kamis (8/4/2021).

Robert Budi Hartono , total kekayaannya saat ini mencapai US$ 20,5 miliar atau Rp 307,5 triliun. Melonjak signifikan dari tahun 2020 lalu yang tercatat sebesar US$ 13,6 miliar atau Rp 204 triliun. Perolehan kekayaannya didapatkan melalui perbankan dan rokok.

Sedang Michael Bambang Hartono menjadi orang terkaya di urutan kedua dengan total kekayaannya di 2021 tercatat US$ 19,7 miliar atau Rp 295,5 triliun. Kekayaan pria berusia 81 tahun ini juga naik signifikan dari tahun 2020 lalu yang tercatat US$ 13 miliar atau Rp 195 triliun.

Baca juga : Jenang Kudus : Kelapa Dari Bali, Beras Ketan dari Jabar Pemasarannya Sampai Mancanegara

Budi dan Bambang Hartono adalah pemilik perusahaan rokok Djarum dan juga pemegang saham di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Hartono bersaudara membeli saham BCA dari Salim Group tahun 1997-1998 saat krisis ekonomi Asia terjadi.

Selain juga berbisnis di perkebunan kelapa sawit. Lewat PT Hartono Plantation Indonesia, Grup Djarum mengelola hampir 30.000 hektar kebun sawit yang berlokasi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Tahun 1978 keduanya berbisnis di industri elektronik dengan memproduksi barang elektronik yang dikenal dengan merek Polytron. Mereka juga memiliki bisnis properti, diantaranya WTC Mangga Dua, Grand Indonesia, Apartemen Kempinski Residences.

Baca Juga : Bangun Gedung Kudus Nursing Center, Wujud Komitmen PPNI Kudus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Publik

Uniknya, Bambang Hartono juga dikenal sebagai atlet Bridge tertua  yang menyumbangkan medali perunggu di Asian Games 2018. Dan memperoleh  bonus Rp 250 juta dari pemerintah serta ikut hadir  dalam pemberian bonus langsung dari tangan  Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara,.

Kedua kakak beradik ini mewarisi perusahaan rokok Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963 tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis. Ibunya bernama Goei Tjoe Nio.

Michael dan Robert bekerjasama mengibarkan bendera Djarum hingga ke luar negeri. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

Sedang di urutan ke- 3 Prajogo Pangestu, pengusaha asal Sambas, Kalimantan Barat dengan

 kekayaan senilai  6,5 miliar dollar AS atau Rp 91 triliun dengan sumber kekayaan bisnis petrokimia.

Ia adalah seorang anak dari pedagang karet dan memulai bisnis di bidang perkayuan pada akhir tahun 1970-an.

Urutan ke- 4 :  Chairul Tanjung (58) bersama anaknya Putri Tanjung yang menjadi staf khusus Presiden Jokowi Memiliki kekayaan senilai 4,8 miliar dollar AS atau Rp 67,2 triliun.

Baca Juga : Hartopo Sebut Pramuka Miliki Seribu Manfaat Seperti Pohon Kelapa

Urutan ke 5 : Tahir (69) dan keluarga. Nilai kekayaan Tahir mencapai 3,3 miliar dollar AS atau Rp 46,2 triliun dengan sumber kekayaan beragam.

Urutan ke 6  Eddy Kusnadi Sariaatmadja(67) memiliki kekayaan senilai 3 miliar dollar AS atau Rp 42 triliun. Saat ini,  menguasai tiga saluran TV di Indonesia yaitu SCTV, Indosiar, dan O Channel.

Urutan ke 7  Jerry Ng : nama baru yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia dan .

Sumber kekayaan pria berusia 56 tahun itu berasal dari bisnis perbankan dengan nilai 2,5 miliar dollar AS atau Rp 35 triliun.

Urutan 9 : Mochtar Riady dan keluarga. Dikenal pendiri grup Lippo yang

 memiliki kekayaan sebesar 1,7 miliar dollar AS atau Rp 23,8 triliun. Dilahirkan  di Jawa Timur, Mochtar Riady membuka toko sepeda pada usia 22 tahun.

Urutan 10 :  Djoko Susanto kekayaannya mencapai 1,7 miliar dollar AS atau Rp 23,8 triliun yang bersumber dari bisnis supermarket. Ia pendiri Alfamart, memiliki lebih dari 16.000 gerai di seluruh Indonesia.Anak keenam dari 10 bersaudara ini mulai mengelola warung sederhana milik orangtuanya di sebuah pasar tradisional di Jakarta sejak usia 17 tahun.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button