Kudus

Memungkinkan Unjukrasa Ojek Menara dan PKL

Kudus, Dupanews.id – Memungkinkan para pengojek dan pedagang kaki lima (PKL) yang akan tergusur akibat penataan Taman Menara untuk menggelar unjukrasa ke Bupati maupun ke DPRD. Setelah sebagian besar diantara mereka  menolak rencana  penataan Taman Menara yang bakal dilakukan mulai November 2022, dengan dana Rp 680 juta.

                Kemungkinan itu mengacu pada unjukrasa ratusan tukang ojek, tukang becak dan tukang dokar, yang khusus melayani  tempat wisata ziarah Makam Masjid Menara Sunan Kudus (M3SK) a ke gedung DPRD Kudus dan komplek kantor pemerintah kabupaten/bupati Kudus, Selasa (6/12/2016). Mereka menolak program pengadaan mobil wisata sebagai pengganti ojek, becak dan dokar, yang bakal menggusur keberadaan mereka Ketua Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) .Kabupaten Kudus Wiyono beserta seluruh wakil ketuanya mengawal langsung para pengunjukrasa.

Kedatangan pengunjukrasa yang berlangsung sejak pagi hingga tengah hari tersebut sempat mengakibatkan kekosongan sementara  armada ojek, tukang becak maupun tukang dokar, sehingga banyak peziarah-wisatawan yang terpaksa berjalan kaki dari terminal wisata Bakalan Krapyak  menuju komplek M3SK, atau sebaliknya.

                Pengunjukrasa mengawali aksinya  dengan mendatangi gedung DPRD, namun pintu gerbangnya telah ditutup lebih dahulu dan dijaga puluhan anggota Polres Kudus. Sebagian diantara  dan menutnutmereka dilengkapi senjata api dan seekor anjing pelacak.

                Mereka membawa sejumlah spanduk serta bendera organisasi perburuhan yang didominasi warna biru. Diantara spanduk tersebut bertuliskan : Menambah pengangguran lebih kejan daripada pembunuhan. Wong cilik oleh mangan tah ora Pak, Pak bupati berikan sedikit keadilan untuk kami tukang ojek dan tukang becak. Wahai wakil rakyat batalkan program mobil wisata Rp 3,7 miliar. Alihkan untuk program pendidikan dan kesehatan. Becak dan ojek kami biarkan tetap ada. Becak kendaraan tradisional, transportasi bebas polusi.

                Dengan adanya aksi tersebut, akhirnya hanya beberapa mobil angkutan khusus yang tetap dioperasikan. Tetapi keberadaan  abang becak, pengojek  motor dan dokar tetap beroperasi seperti biasanya hingga  saat ini. Hanya saja , khusus untuk abang becak “dipaksa secara halus” untuk  beralih menjadi pengojek motor pada pertemngahan tahun 2022. Sebagian becak yang disewa dikembalikan kepada pengusahanya. Bagi yang memiliki becak sendiri  ada yang dijual “ditukar tambahkan” untuk membeli motor dan sebagian kcil dijadikan “benda kenan-kenangan”.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button