BudayaKudus

Punden Eyang Putri Gendrosari Pathoknya Lenyap Muspika Turun Tangan

Kudus, Dupanews – Pathok punden (makam) eyang putri Gendrosari,  yang berada di Dukuh Dalangan Desa Barongan  Kecamatan Kota Kudus lenyap tak berbekas. Selain itu tidak ada lagi jalan menuju makam yang merupakan cikal bakal dari warga setempat.

Rabu siang (10 Maret 2021),  Camat Kota Kudus yang diwakili Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sancaka Dwi Supani, bersama Kapolsek, Koramil, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan jurukunci makam, meninjau lokasi, “Warga berharap ada jalan khusus untuk ke luar masuk makam. Sebab secara tradisi makam tersebut menjadi  bagian yang terpisahkan bagi warga Dalangan dan harus tetap dilestarikan,” tutur Supani.

Sosok Gendrosari sendiri menurut jurukunci makam yang juga dikenal sebagai modin Desa Barongan, Solikin (50) seorang putri berwajah cantik, bertubuh semampai. Mengenakan kebaya dan kain, dengan selendang yang semampir di pundaknya. Saya sudah bertemu dalam mimpi dengan beliau. Ciri cirinya juga sama dengan cerita dan mimpi  empat orang juru kunci sebelum saya bertugas. Juga bisa berubah menjadi seekor ular kecil,” tuturnya ketika berkisah kepada Dupanews di rumahnya Rabu sore (10/3/2021). Ia juga menunjukkan lokasi makam.

Modin Solikin men menujukkan letak makam Gendrosari yang kedua pathok makam lenyap tak berbekas (Foto Sup 10 Maret 2021)

Dengan terlebih dahulu minta ijin kepada pimilik rumah yang terpisah hanya satu rumah dengan rumah Solikin. Kemudian membuka pintu darurat yang berada di samping kanan rumah (selatan). Setelah berjalan mlipir  ke arah barat beberapa meter diantara dua dinding tembok mentok sebuah  sumur. Lalu di belakang sumur dan kamar mandi-WC itulah  lokasi makam.  “ Ya di sinilah tempat makam Eyang Putri Gendrosari. Kedua pathoknya sudah lenyap. Di samping barat tembok tinggi. Di samping utara buntu di samping selatan bisa tembus ke jalan kampong, Tapi harus melalui lorong rumah warga” tambahnya.

Setelah itu  dilanjutkan menuju lokasi makam melalui komplek bangunan yang terpasang spanduk  Kampung Siaga Candi dan sebuah bangunan Pos Kesehatan Desa (PKD) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rendeng,  Keduanya termasuk bangunan baru milik Desa Barongan. Halamannya cukup luas. Letaknya hanya beberapa meter samping belakang makam, tapi harus memutar beberapa meter melalui jalan desa sisi selatan.
Angker Pos Kesehatan desa (Foto Sup Rabu 10 Maret 2021)

Di belakang dinding bagian belakang PKD masih ada  lahan kosong dengan lebar sekitar dua meter, Di samping kiri (belakang ) lahan menjulang pagar tembok, “Dari lahan kosong ini jika ditarik lurus  ( dari arah barat ke timur) tembus persis ke makam. PKD ini tidak ada yang berani menempati, Angker” tutur Solikin.

Menurut modin yang rumahnya sederhana, di pojok dan mepet dinding tinggi bangunan tetangga, sangat setuju jika pemerintahan desa Barongan  yang difasilitasi pimpinan tingkat  kecamatan Kota Kudus , membuka jalan menuju makam lewat  halaman milik pemerintahan desa setempat,   “Ini tidak beresiko dibanding akses jalan dikembalikan posisi semula yang sudah epet epetan  dengan rumah pribadi warga yang sebenarnya ukurannya juga sempit,”

Lokasi makam dari arah timur, melalui emperan belakang rumah penduduk (Foto Sup Rabu 10 Maret 2021)

Solikin juga mengungkapkan,  sesuai dengan namanya Gendrosari, warga di pedukuhan ini sampai sekarang belum pernah terjadi gendro / perselisihan. Semua bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat. Tetapi jika ada warga yang sempat  berjanji apalagi bersumpah, tetapi tidak ditepati, biasanya akan diweruhi  sosok ular kecil. Yang tiba tiba muncul dan juga mendadak lenyap tak berbekas. “Itu peringatan dari eyang putri Gendrosari, yang konon sudah muncul sejak lebih dari satu abad lalu. Percaya atau tidak monggo. Itulah sosok cikal bakal Dukuh Dalangan.” ujarnya (Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button