KudusSosial

Diskripsi Proses Unit Pengolah Limbah Pura Grup Kudus

Kudus, Dupanews – Menyambung berita tentang “kasus” limbah cair hitam yang diduga berasal dari Pura Grup Kudus (PGK), kita simak diskripsi tentang proses Unit Pengolah Limbah (UPL) yang dioperasikan perusahaan skala nasional- internasional ini sebagai berikut:

         1. Equallization basin : air limbah dan internal treatmen untuk produksi mesin kertas dengan sistem pipa dipompa ke equalization basin.  Fungsi dari treanment untuk menjaga agar flukuasi kualitas air limbah tidak terlalu besar/ dengan kata lain kualitas bisa konstan.  Pada sistem ini dilengkapi dengan aerator yang berfungsi untuk mengaduk dan membuat kondisi air limbah menjadi  aerob.

air berwarna hitam pekat (kiri) di selokan dan genangan air hujan (kanan) menuju komplek UPL Pura (Foto Sup)

         2.Primary clarifier :  dimensi bak : 0,19 meter x 3,75 meter. Waktu tinggal : 4,7 jam : Sebelum masuk di bagian ini air limbah dan equalization  basin diproses kimia dengan menambahkan coagulant dan floculant untuk membentuk flok yang akan mengalir secara gravitasi ke primary clarifier ini. Dibagian ini sebagian besar partikel akan mengendap sedangkan filtratnya dialirkan ke bak aerasi untuk diurai oleh bakteri sehingga memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Partikel yang mengendap akan dipompa ke screw press untuk dikeringkan sludgernya.

          3. Aeration Basin : dimensi bak : 55 meter x 44 meter x 2,5 meter. Waktu tinggal : 16,3 jam. Dalam bak aerasi, partikel atau senyawa organik di urai oleh bakteri aerob. Ada beberapa parameter yang harus dijaga agar proses – proses pengolahan secara biologi dapat berjalan dengan efektik, dengan memperhatikan : temperatur, pH, oksigen dan nutrisi.

pralon pralon ukuran sedang menuju UPL Pura (Foto grace)

Untuk mencukupi kebutuhan oksigen, dibak aerasi dipasang 7 surface aerator, sedangkan nutrisi yang diberikan diantaranya adalah unsur N dan P yang dibutuhkan bakteri untuk kelangsungan hidupnya.

Didalam bak aerasi ini senyawa organik akan diurai menjadi lumpur aktif/activated sludge bakteri. Lumpur aktif ini akan mengalir secara gravitasi menuju secondary clarifier atau bak pengendapan kedua.

4. Secondary clarifier : dimensi bak : 0,19 meter x 2 meter. Waktu tinggal : 2,5 jam. Bak ini merupakan bak pengolahan terakhir sebelum limbah dibuang ke badan sungai.

 Lumpur aktif dari hasil pengendapan di bak pengendapan kedua akan dikembalikan ke bak aerasi sebagian dan sebagian lain akan diproses di screw press dan dikeringkan.

 Sedangkan air bersih dari hasil pengendapan kedua ini sebagian dipompa untuk proses produksi di mesinn kertas sebagian di buang ke sungai wulan.

5. Sludge dewatering sistem : unit ini berfungsi mengeringkan sludge dari bak pengendapan 1 dan 2. Sebelum masuk UPL dari mesin kertas ada proses internal treatment.(sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button