KudusSosial

Masih Pandemi, Hartopo Minta Jamaah Tak Bosan Terapkan Protokol Kesehatan

KUDUS – Setahun berlalu, masa pandemi belum menunjukkan tanda berakhir. Justru, varian Covid-19 yang baru ditemukan dan sudah menyebar di Indonesia. Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus Hartopo mendorong warga masyarakat Kudus untuk memperketat penerapan protokol kesehatan. Hal tersebut diungkapkannya saat Safari Jumat di Masjid Jami’ Darussalam, Desa Loram Wetan, Jumat (12/3).

“Jangan bosan. Ayo terus terapkan protokol kesehatan,” katanya.

Hartopo menegaskan, tidak ada kelonggaran dalam penerapan protokol kesehatan. Masker harus selalu dipakai dimanapun berada. Kemudian, tetap mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktifitas. Terakhir, selalu menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. 

Masyarakat juga diminta tak lelah dalam meminimalisir penyebaran Covid-19. Pihaknya pun menginstruksikan masyarakat agar membentuk pos pemantauan kasus Covid-19 di masing-masing RT.

“Kalau perlu, buat posko pemantauan kasus Covid-19. Kita jaga kesehatan masyarakat dan keluarga kita” pesannya.

Selain itu, Plt. Bupati mengapresiasi jamaah yang telah menerapkan protokol kesehatan saat salat Jumat. Dengan selalu tertib dan disiplin, pihaknya berdoa agar semua jamaah diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Hartopo juga menyemangati agar jamaah menjadi agen sosialisasi protokol kesehatan di lingkungannya.

Hartopo Memberikan Arahan untuk memperketan penerapan Protokol kesehatan
“Alhamdulillah salat Jumat di sini sudah sesuai protokol kesehatan. Panjenengan semua bisa jadi agen agar masyarakat paham bahayanya Covid-19,” tuturnya. 


Terkait dengan proses vaksinasi. Pihaknya menyampaikan, tahap pertana vaksinasi dilakukan untuk para tenaga medis, kemudian pelayan publik, lalu para lanjut usia yang berumur 60 tahun ke atas. Bagi yang belum mendapat giliran divaksin, Hartopo meminta masyarakat untuk menunggu giliran. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus akan mendata dan menyampaikan informasi kategori mana yang segera divaksin. 

“Yang belum divaksin mohon menunggu antrian. Semuanya Insya Allah mendapat giliran. Kami akan terus berupaya bersama pemerintah provinsi dan pusat terkait pengadaan vaksin,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Kudus juga menyerahkan pentasyafuran zakat, infaq, dan sedekah Baznas Kabupaten Kudus sebesar 10 juta rupiah kepada takmir masjid Jami’ Darussalam.  Meskipun tak seberapa,pihaknya berharap sedekah dapat bermanfaat bagi penerima. Hartopo akan terus berupaya menambah jumlah penerima dan nominal bantuan pada tahun depan.

“Semoga sedekah dapat bermanfaat bagi para penerima,” ujarnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button