Kudus

Apel Pagi Pasca Dilantik Jadi Bupati Kudus, HM Hartopo Ajak ASN Jangan Berdiam Diri di Tengah Pandemi

Kudus, dupanews.id – H.M Hartopo resmi dilantik menjadi Bupati Kudus pada Jumat (09/04/2021). Momentum itu ia pergunakan untuk konsolidasi seluruh kekuatan yang ada di seluruh Kabupaten Kudus untuk terus bergerak dalam proses pembangunan. Walaupun dalam masa-masa sulit di tengah Pandemi, ia mengajak masyarakat terutama ASN agar tidak berdiam diri.

Menurut Hartopo pertumbuhan ekonomi menurun dan daya beli konsumen juga menurun akibat Pandemi. Anggaran belanja daerah juga terbatas dengan adanya kebijakan pusat untuk melakukan refocusing.

“Semangat gotong royong yang kita punyai harus kita bangkitkan,” katanya saat di memberi apel pagi di halaman Pendopo Kabupaten Kudus bersama pejabat struktural pada Senin (12/04/2021).

Ia juga meminta agar keharmonisan di instansi tetap terjaga. Keharmonisan tersebut menjadi kunci agar selaras dalam membangun Kabupaten Kudus. Sehingga, tidak ada yang menjadi duri dalam suatu instansi.

Pihaknya juga menjabarkan membutuhkan semangat kejujuran, kedisiplinan, loyalitas, mau bekerja keras, dan pintar. Hartopo menyebut kriteria tersebut sebagai 4 sehat 5 sempurna. Pintar saja tanpa loyalitas akan mengakibatkan tidak selarasnya pembangunan.

“Jaga keharmonisan di instansi. Di lingkungan pemerintah Kabupaten Kudus, saya memerlukan oramg yang jujur, disiplin, loyal, dan mampu bekerja keras. Ditambah pintar,” ucapnya.

Menurut Hartopo hari ini yang dibutuhkan semangat kebersamaan, saling menguatkan dan membantu. Sebagai Bupati Kudus, ia mengingatkan dengan keras di lingkungan pemerintah Kabupaten Kudus harus satu komando, satu tujuan, satu misi, satu visi, satu gerakan, satu koordinasi.

Baca juga Resmi Dilantik, Bupati Kudus Hartopo Siap Laksanakan Reformasi Birokrasi

“Tegak lurus, sekali lagi tegak lurus dan tegak lurus kepada pemimpin,” tuturnya.

Ia menambahkan pihaknya dengan beberapa team membentuk sebuah gerakan yang dinamakan KUDUS Gasik. Kudus Gasik adalah sebuah gerakan untuk membuat facade city ( tampilan kota). Tampilan kota ini harus mengambarkan culture Kudus, mengambarkan perilaku masyarakat Kudus atau dengan kata lain bahwa program kudus Gasik sebagai social control system. Gerakan Kudus Gasik ini saya langsung yang memimpinnya.

“Dalam program Kudus Gasik ini landasan bergeraknya dengan menggunakan landasan Tata titi titis,” ujarnya.

Tata adalah menata facade city sebagai wujud gambaran perilaku mayarakat Kudus Titi adalah melaksakan program ini harus detail dan terintegrasi disemua program OPD. Titis adalah fokus ketujuan yang ingin dicapai dalam program ini

“Saya harap seluruh OPD mendukung dan melaksanakan program ini,” pungkasnya.

(Lim)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button