Kudus

Jacobus Busono Terima Bintang Mahaputra Naraya

Kudus, Dupanews.id – Putra Kudus Kota Kretek pertama :  Dr. (H.C.) Dipl.-Ing Jacobus Busono, Pendiri, Pemilik dan Chairman Pura Group. menerima tanda kehormatan bintang mahaputra naraya dari Presiden Joko Widodo  (Jokowi) di istana negara Jakarta, Kamis (12/8/2021). Bersama Drs H Maradamen Harahap SH MH Anggota Komisi Yudisial RI Periode 2015-2020/Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial; Wakil Ketua Komisi Yudisial Paruh Kedua Periode Juni 2018-2020; Ia juga diundang untuk menghadiri upacara kenegaraan 17 Agustus di Jakarta.

Bintang Mahaputra Nararya merupakan jenis penghargaan sipil tertinggi, setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah nomor 35 tahun 2010,. Bintang Mahaputera Nararya merupakan salah satu kelas dalam tanda kehormatan Bintang Mahaputera.

“Saya sangat bersyukur pada Tuhan atas karuniaNya, dan tentunya terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Republik Indonesia, dan Bapak Presiden Jokowi, atas penghargaan yang luar biasa ini. Kiranya pencapaian ini akan semakin mendorong keluarga besar Pura Group untuk tidak pernah berhenti berinovasi, karena saya yakin bahwa Indonesia mampu mandiri dan menjadi pelopor di berbagai bidang teknologi” ujar  Pak Bus, panggilan akrabnya.

Dalam prinsip dan falsafah hidupnya, kesuksesan bisa berangkat dari sikap tidak sombong, sehingga orang akan cenderung menghargai orang lain. Hal ini bisa direfleksikan dalam kepemimpinan dalam berbisnis, menurutnya seorang pemimpin tidak boleh sombong dengan bawahannya.
“Sombong itu merugikan diri sendiri dan orang lain. Pintar itu relatif. Pemimpin yang baik itu tidak mungkin sombong, pemimpin tidak boleh sombong dengan bawahannya. “Pesan Bus panggilaan sapaan Jacobus Busono dalam acara temu wartawan di Pura, Kudus, Kamis malam (7/8/2008).

Baca Juga : Bupati Mengembangkan Keterampilan EcoPrint untuk menjaga kelestarian Kota Kudus


Lalu ketika menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitar Kristen Satyawacana ( UKSW ) . Salatiga Sabtu ( 23/11/2013).”Dalam bisnis yang penting kualitas apa yang bisa kita buat agar terbaik, bukan mengejar berapanya. Sedang budaya kerja kami adalah Inovasi dan Terobosan Berkesinambungan di setiap jajaran dalam perusahaan.”

Kisah Pak Bus tergolong luar biasa. Bisnisnya berawal dari usaha keluarga bidang percetakan pada sekitar tahun 1908. Dan baru pada tahun 1970 , pria yang  mahir berbahasa Jerman, Inggris, Prancis, dan Belanda ini mulai menanganinya. Setelah lebih dahulu menuntaskan pendidikannya di Jerman.

Perlahan tapi pasti usaha percetakan yang semula hanya memiliki 35 karyawan ini, maka  pada menjelang peringatan hari Kemerdekaan RI yang  -76 ini  sudah melonjak menjadi sekitar 13.000.

Perusahaan yang awalnya berlokasi di seputar Panjunan Kecamatan Kota Kudus ini, meluas ke Desa Jati Kulon, Jati Wetan Kecamatan Jati dan  seputar Desa Terban Kecamatan Jekulo.

Sedang unit usaha juga melesat  menjadi 30 unit (divisi).  Dari unit percetakan-kemasan, pengolahan lanjut kertas dan plastik, pembuatan kertas uang dan sekuriti,  smart card,  anti pemalsuan,  bahan industri tembakau, permesinan dan konstruksi jalan raya. Sedang pemasaran produknya juga meluas ke 90 negara. “Pak Bus itu selalu memberikan petunjuk untuk selalu mewujutkan produk yang belum dimiliki “orang/perusahaan” lain. Asal bisa dipertanggung jawabkan, biaya sepenuhnya dia tanggung, Kami memang mulai merambah bidang pertanian dan perikanan. Namun masih terbatas pada produk produk tertentu saja.” ujar salah satu staf pimpinan di unit produksi Terban.

Jacobus Busono adalah satu-satunya wiraswasta dari Indonesia yang menjadi anggota World Enterpreneurship binaan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Jumlah anggota dari forum ini dibatasi maksimal hanya 70 orang yang diseleksi secara ketat. Forum ini adalah berkumpulnya para tokoh terkemuka kalangan pengusaha, pemerintah dan akademisi. Dari kalangan pengusaha Asia hanya terpilih 7 orang saja, selebihnya dari dua orang dari Jepang, satu dari Hongkong, China, India, dan Filipina.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button