KudusKuliner

Sega Tewel Semakin Digemari Warga Kudus

Kudus, Dupanews.id – Sega (nasi) tewel semakin digemari warga Kudus- meski belum mampu “mengalahkan” sega tahu. Apalagi menandingi soto ayam, soto kerbau, pindang ayam, pindang kerbau dan nasi opor. 

Namun dengan harga yang cukup terjangkau dan tentu saja rasanya juga enak. Ditambah dengan penampilan yang berbeda, maka  penjual sega  tewel di Kota Kretek semakin  banyak jumlahnya. Bahkan  sudah banyak pula penjual yang melayani melalui jaringan komunikasi (pesan –antar).

 Satu diantaranya yang disambangi Dupanews.id, pada Minggu siang (11/9/2022) adalah Warung Makan Arjuna. Terletak  di pojok areal persawahan Desa Jati Kulon. Berbatasan dengan wilayah sawah-desa Pasuruhan Kidul Kecamaatn Jati.

Areal persawahan itu “dibelah” dengan sebuah jalan aspal. Meski kurang lebar, namun  ruas jalan ini menjadi jalur alternatif yang mampu menembus ke semua wilayah Kecamatan Jati- Kaliwungu dan Kota Kudus.

Warung Makan Arjuna merupakan cabang warung serupa  yang juga di wilayah Jati.  Selain berciri khas dengan gambar wayang Arjuna yang terpampang di sudut dalam warung, tentu saja menu utamanya Sega Tewel. Dan menu lainnya terbatas hanya soto.

Warung makan Arjuna sederhana, tapi bersih, rapi, "hygeines" (foto sup)
Warung makan Arjuna sederhana, tapi bersih, rapi, “hygeines” (foto sup)

Lawuhipun menapa bapak ? Tigan menapa ayam. Ngunjukipun teh  manis, es teh menapa sanesipun. Lauknya apa bapak. Telur atau ayam. Minumnya teh manis, es teh atau minuman lainnya. Itulah sapa ramah awal seorang perempuan baya.

 Dan kurang dari 10 menit kemudian, tersaji segelas teh panas manis dan satu porsi sega tewel. Tidak dihidangkan dalam sebuah piring seperti biasanya. Tapi “piring” yang terbuat dari anyaman rotan dan dialasi daun jati.

Selain nasi putih, terlihat dua potong tahu basah, satu butir telur , sepotong rambak basah, secuil  sambal dan   sekitar satu sendok makan tewel. Tewel  itu nangka muda yang diolah dan dibumbui menjadi sayur. Tewel juga merupakan bahan baku pembuatan nasi gudeg.

Sebelum membayar nasi tewel tersebut, menyempatkan diri melihat sekilas kondisi warung. Lumayan bersih. Ada  beberapa meja dan kursi panjang , tetapi ada pula meja pendek dan tikar khusus untuk yang suka lesehan. Ruang parkirnya terbatas. Khusus yang bermobil agak kesulitan.  Sedang lokasinya yang berada di pinggir persawahan menyajikan pemandangan dan sensasi tersendiri.

Pinten mbak – Berapa mbak. Tiga welas ewu bapak – Rp 13.000,-.. Harga yang cukup terjangkau bagi mereka yang suka kulineran di tingkat warung warung sederhana.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button