Kudus

Data Palsu Sumur Pantek Desa Klumpit

Kudus, Dupanews.id – Data pembangunan sumur dalam- atau lebih dikenal dengan sumur pantek di Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus yang dipajang di papan ukuran besar depan kantor desa setempat tidak sesuai dengan fakta  yang ditemukan di lapangan.Padahal menyangkut biaya anggaran pembangunannya mencapai Rp 737.959.000,-, sehingga diduga ada anggaran yang dilewengkan

              Data yang tersaji tertulis pembangunan 4 (empat) sumur dalam dengan anggaran dari desa (Anggaran Pembangunan Belanja Desa /APBDes) Klumpit 2021 sebesar Rp 737.959.000,- .Realisasinya Rp 718.421.000,-  Sisa Rp 19.538.000,-.

              Namun berdasarkan pengecekan yang dilakukan Dupanews.id, Senin (15/8/2022), hanya dijumpai 3 (tiga) rumah sumur dalam.  Satu berada di seputar belakang kantor-balai desa. Satu berada di perbatasan dengan Desa Gribig dan satunya lagi berada di Dukuh Kalilopo.

              Dari  tiga rumah sumur dalam tersebut, yang pasti terlihat/terpasang  mesin pompa hanya sebuah rumah sumur dalam di dekat kantor-balai desa. Saat  rumah sumur dalam tersebut tengah dibuka dan mesin pompanya dihidupkan/dioperasikan dan ditunggui langsung Kepala Desa Klumpit Subadi. Sedang dua rumah sumur dalamnya masih dalam kondisi terkunci.

              Subadi yang didampingi kepala seksi kesejahteraaan (kesra) Hasan dan seorang perangkat desa lainnya saat ditemui di ruang kerja Kades Klumpit membenarkan hanya ada tiga rumah  sumur dalam dan masing masing di dalamnya terdapat satu unit mesin pompa . Khusus untuk sumur dalam di Dukuh Kalilopo- mesin pompanya dipergunakan untuk menyedot air tanah dan kemudian disalurkan melalui pipa pipa pralon. Sebagian lagi dimanfaatkan sebagai sumber kelistrikan juga untuk kebutuhan pengairan/irigasi.

              Ketiganya tidak tahu secara pasti- tidak bisa menjelaskan secara rinci tentang sumur dalam tersebut. Baik secara teknik, rincian biaya, hingga pemanfaatannya. Hasan sempat meminta waktu untuk mencari data, tapi tidak menemukannya. Lalu berkilah ada seorang perempuan staf kantor desa yang membawa dan bersangkutan tidak masuk kerja.Besok ( Selasa, 16/8/2022) kami siapkan,” janji Hasan.

Beberapa kejanggalan

              Saat melihat kondisi rumah sumur dalam di Dukuh Kalilopo ada sejumlah kejanggalan. Antara lain : lokasinya berhimpitan dengan saluran irigasi yang tengah dalam proses pembangunan-semula “berbadan” tanah/alami, ditingkatkan menjadi permanen dengan cor semen.

              Air irigasinya lumayan jernih , debitnya lumayan besar dan mengalir lancar- padahal pada bulan Agustus sudah memasuki musim kemarau. Air irigasi ini berasal dari salah satu sumber air di  bagian atas, yang dimanfaatkan untuk irigasi sebagian areal pertanian Desa Klumpit, Padurenan dan Getasrabi ( semuanya di wilayah Kecamatan Gebog).Dengan saluran irigasi permanent, maka diharapkan tidak terjadi kebocoran air, sehingga mampu mengairi sawah/tegalan seluas 8 (delapan) hektar.

              Di seputar  rumah sumur dalam- terutama di samping kanan kiri dan bagian belakang, terlihat tanaman jagung jagung dan sebagian tanaman padi- tapi tidak nampak adanya bekas genangan air( kering kerontang) dari  rumah sumur pompa.

              Dengan kondisi tersebut maka ada indikasi, pembangunan rumah sumur dalam di lokasi ini tidak tepat, karena sudah ada sumber irigasi yang lebih dahulu dibangun, sehingga hanya menghamburkan hamburkan biaya.

              Kades Klumpit Subadi menolak indikasi tersebut, dengan alasan  debit air dari saluran irigasi yang lama debitnya rendah- tidak mampu mengairi secara maksimal dan hanya dijatah satu kali dialiri. Tapi dia tidak bisa menyebutkan debit air, luasan areal pertanian, dan pengaliran air itu satu kali dalam sehari, seminggu atau sebulan sekali.

Data teknis

              Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian PUPR, Pemanfaatan air tanah untuk irigasi, dikenal dengan jaringan irigasi air tanah (JIAT) telah lama dikembangkan oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR hampir diseluruh provinsi di Indonesia. Jaringan irigasi air tanah adalah jaringan irigasi yang airnya berasal dari air tanah, mulai dari sumur dan instalasi pompa sampai dengan saluran irigasi air tanah termasuk bangunan di dalamnya. Pembangunan jaringan irigasi air tanah memerlukan tenaga-tenaga ahli yang mengerti di dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan jaringan irigasi air tanah.

            Dalam perencanaan jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sistim perpipaan perlu dipertimbangkan data teknis sumur bor antara lain : 1. Jenis sumur bor yaitu dangkal, menengah atau dalam. 2. Kedalaman sumur masing masing (dalam meter). 3. Konstruksi sumur, susunan diameter pipa masing-masing (dalam inci). 4. Bahan kontruksi sumur (pipa galvanized/pvc). 5. Rencana debit pemompaan (liter/detik). 6. Kapasitas jenis (liter/detik/meter). 7. Muka air  tanah statis dan  dinamis. Luas daerah oncoran untuk jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sistim perpipaan yaitu antara 10 ha sampai 30 ha, sesuai dengan debit pemompaan yang umumnya tersedia yaitu antara 10 liter/detik sampai 30 liter/detik. Untuk kapasitas sumur yang kurang dari 3 liter/detik/meter disarankan tidak dikembangkan untuk irigasi.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button