Kudus

Selamat Datang Kudus Gasik Selamat Tinggal Kudus Semarak

Kudus, Dupanews.id – Bupati Kudus ke- 30, Hartopo mengawali masa kerjanya dengan menyodorkan semboyan Kudus Gerakan Aman Sehat Indah Kreatif(GASIK). Sebuah gerakan yang tidak membebani Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD). Melainkan dengan lebih mengedepankan pihak warga dan swasta – mungkin lebih tepatnya pada pengusaha.


Konon GASIK ini disodorkan “sang konseptor” kepada tiga orang tokoh/pejabat. Namun Hartopo satu satunya yang merespon dan menindak lanjuti. Dengan jalan menggelar koordinasi bersama Dinas Kebudayaan Pariwisata (Dibudpar). Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup ( PKPLH). Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perdagangan. Kemudian dibentuk tim 17.


Sang Konseptor meminta kepada ke-4 dinas tersebut memberikan data terkini sesuai bidang tugasnya. Sesuai fakta, tanpa ada yang ditutup tutupi- alias serba transparan dan harus bisa dipertanggung jawabkan.
Dengan data yang seperti itulah merupakan langkah awal bagi Kudus Gasik untuk mencermati- kemudian menindak lanjuti cek ke lapangan. Setelah itu data itu diolah dan baru kemudian melangkah tahap demi tahap.


Meski sedari semula sudah diperkirakan data yang akan tersaji bakal mengagetkan banyak pihak – termasuk dinas itu sendiri- karena menyangkut banyak hal. Terutama menyangkut bangunan phisik. “Itulah kondisi riil masa lampau-masa lalu, yang tidak perlu diungkit mencari siapa dan mengapa itu bisa terjadi, Tetapi menatap ke depan – paling tidak ketika masa jabatan Mas Hartopo sebagai bupati Kudus berakhir. Benarkah slogan baru Kudus Gasik bisa terwujud” ungkap sang konseptor.

Baca Juga : Bupati Kudus Berikan Surat Teguran Bagi pengelola Swalayan Yang Abai Prokes


Kudus Gasik tanpa APBD secara tidak langsung merupakan gerakan awal untuk membasmi “penyakit kronis korupsi” yang selalu menggerogoti APBD dari masa ke masa.
Bukan rahasia lagi ketika anggaran selalu disunat lebih dahulu dari satu meja ke meja lain yang konon bisa mencapai 30- 40 persen. Itu belum termasuk “upah” kerja rekanan yang berkisar 5- 10 persen.


Kudus Gasik menawarkan konsep awal menata, merias, atau sangat mungkin untuk membongkar “wajah” kota kepada warga, kalangan swasta – utamanya kepada para pengusaha.
Belum diperoleh penjelasan secara rinci bagaimana konsep pendanaan di luar APBD- terutama untuk perusahaan. Jika mengacu pada Tanggung jawab Sosial Perusahaan (TJSP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Maka menurut BUSINESS, MARKETING ( 17 FEBRUARI 2020),program TJSP/ CSR biasanya banyak dilakukan untuk menambah citra. Atau image untuk kemajuan dan juga perkembangan sebuah perusahaan .


Dan cukup lumrah sebuah usaha untuk mengembangkan rencana yang berfokus TJSP/CSR yang berkelanjutan. Tidakan memasukkan kepedulian lingkungan dan social ke dalam bisnis perusahaan. Bisnis dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.
Perusahaan yang memiliki program TJSP/ CSR yang kuat juga mendapat banyak manfaat dari hubungan masyarakat yang lebih baik, pelanggan dan pemangku kepentingan akan lebih bahagia dan tentu peningkatan kinerja keungan.


TJSP/CSR sendiri adalah : suatu konsep perusahaan yang memiliki berbagai tanjung jawab kepada semua yang berkepentingan Seperti konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan juga lingkungan dalam segala aspek operasional yang melingkupi aspek ekonomi, social dan lingkungan.

Baca Juga : Bupati Kudus Berikan Surat Teguran Bagi pengelola Swalayan Yang Abai Prokes


Mempunyai hubungan yang erat dengan pembangungan berkelanjutan, Setiap beraktivitas harus mendasarkan keputusan yang tidak semata hanya berdampak dalam segi ekonomi (keuntungan atau deviden) semata. Tetapi juga harus menimbang dampak social dan lingkungan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.


Di Kabupaten Kudus yang dikenal sebagai kota industri, skala rumah tangga hingga nasional dan internasional, tentu akan lebih senang – tepatnya profesional dalam mentrapkan TJSP/CSR sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Daripada patgulipat yang ditrapkan selama ini dan tentu saja hanya menguntungkan segelintir dari berbagai oknum.


Selamat datang Kudus Gasik dan selamat tinggal Kudus Semarak ( Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri, Konstitusional). Meski jika ditilik secara sederhana semboyan ini adalah bagai permainan kata. Bagai otak atik gathuk. Dan Mas Hartopo tidak mau kan seperti itu. Jadi harus konsekuen bertanggung jawab.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button