KudusReligiSejarah

Buka Luwur Mengenang dan meneladani ajaran Sunan Kudus Dibutuhkan 1.500 Meter Kain putih

Kudus, Dupanews.id – Puncak ritus kolosal untuk mengenang dan meneladani  ajaran Sunan Kudus, yang dikenal dengan Buka Luwur, yang berlangsung setiap tanggal 10 Muharram

dan tahun 2021 ini jatuh pada Kamis ( 18 Agustus) dipastikan tidak ada antrian “berkat umum”. Berkat umum yang dimaksud adalah  “nasi jangkrik” yang dibungkus dengan daun jati. Mengingat Kabupaten Kudus sampai saat ini masih berada di level 3 Covid-19- salah satu larangan adanya kerumunan (orag.warga)

Hal itu “diumumkan” pihak panitia/yayasan melalui sebuah  papan besar yang dipasang di depan  komplek  Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (M3SK) sejak beberapa hari lalu..                      

Buka Luwur adalah ritus kolosal untuk mengenang  dan meneladani ajaran Sunan Kudus alias Sjeikh Ja’far Shadiq- sang pendiri Kota Kudus. Sedang artinya : membuka dan mengganti  luwur atau kain penutup makam Sunan Kudus yang baru.

Ritual ini sering disalah artikan  atau disamakan dengan haul (memperingati  hari wafatnya seseorang yang sudah dikena sebagai pemuka agama, wali, ulama aatu pejuang Islam lainnya).” Buka Luwur lebih pada tradisi penghormatan. Bukan memperingati  hari kematian, sebab sampai sekarang belum pernah ditemukan  catatan sejarah mengenai wafatnya Sunan Kudus,” tegas Ketua Yayasan M3SK, Nadjib Hassan.

Ia juga juga menjelaskan, untuk membuat luwur (kain penutup makam Sunan Kudus) ada pedoman khusus yang telah dicanangkan para pendahulu maupun kiai sepuh. Pedoman itu antara lain mencakup bentuk luwur- unthuk banyu, kompol, wiru dan langit-langit dengan bahan kain mori warna putih maupun kain vitrage. Biasanya membutuhkan/ menghabiskan 1.500 meter meter kain mori dan, 85 meter kain vitrage

Nadjib menegaskan, acara kolosal Buka Luwur adalah contoh dari prototype bagaimana memaknai bulan Muharram dengan bercermin pada perilaku dan tradisi keislaman Sunan Kudus. Luwur juga memiliki makna sepanjang kehidupan. Manusia hendaknya terus mengisinya dengan mengaji ayat-ayat Allah dan berdzikul maut serta senantiasa menjaga serta berefleksi hati agar tetap putih layaknya kain luwur.(sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button