Pendidikan

Wirid Penangkal Setan

Dupanews.id – Diriwayatkan Khalifah al-Makmun dari Dinasti Abbasiyah akan menyita uang sebesar 500 dirham dari seorang yang beragama Nasrani. Ia mengutus seorang petugas untuk menjemput orang itu.

Ditengah perjalanan, ia bertemu dengan lelaki tersebut. Saat itu, si laki-laki sedang memikul sekarung rumput dan agak miring dalam membawanya. Kemudian, diluruskan oleh laki-laki itu, namun kembali miring ke sebelah yang lain. Begitu seterusnya. Maka, laki-laki itu mengucapkan

لا حول و لا قوة الا بالله

Artinya tiada daya dan kekuatan selain dari Allah

Utusan Khalifah itu kaget dan bertanya dengan laki-laki tersebut.

“Mengapa engkau begitu simpati dengan kalimat itu, padahal kamu non-muslim?”

“Aku telah mempelajarinya dari Malaikat Langi,” kata orang Nasrani itu.

Utusan Khalifah itu heran . Sampai mereka ke kerajaan, Utusan itu menceritakan ke Khalifah al-Makmun atas apa yang telah terjadi. Kemudian, sang Khalifah bertanya kepada orang Nasrani tersebut.

“Bagaimana ceritanya engkau mempelajari kalimat itu dari Malaikat langit?” Kata al-Makmun.

Kemudian si Nasrani itu menceritakan kronologi mengapa ia dapat melafalkan kalimat Thoyyibah itu.

“Pamanku sangat kaya raya. Ia memiliki perempuan yang sangat cantik. Aku melamarnya, tapi lamaranku ditolak. Pamanku mengkawinkan puterinya dengan orang lain. Tetapi malam pertama, pengantin laki-lakinya meninggal. Kemudian aku lamar lagi, tetapi masih ditolak. Begitu seterusnya sampai laki-laki ketiga”.

“Kemudian lamaranku keempat diterima oleh pamanku karena sudah tak ada lagi laki-laki yang mau dengan puterinya. Hal itu karena mereka takut meninggal pada malam pertama”.

“Kemudian pada malam pertama, aku hendak menemui istriku di kamar. Tiba-tiba ada Setan’ berbadan besar dan menjerit kepadaku seraya berkata ‘Pakaj engkau tidak tahu apa yang aku lakukan dengan laki-laki yang telah mengawininya?’. Bukankah mereka semua mati?.

“Ya Aku mengerti”.

“Kalau engkau mau, biarkan perempuan itu menemaniku waktu malam dan sing harinya dia menemanimu. Kalau tidak mau, engkau akan ku bunuh,” kata setan.

“Baiklah aku setuju,” kataku.

“Demikian, hal itu berlangsung cukup lama. Kemudian setan itu berkata kepadaku. Ia ingin naik ke langit untuk melihat takdir dan kebetulan aku diajak.”

“Kemudian setan itu berubah jadi onta dan aku disuruh naik ke punggungnya. Kemudian terbang tinggi ke angkasa. Pada saat itu aku mendengar suara para malaikat mengucapkan

لا حول ولا قوة الا بالله

Ketika setan mendengar itu, terjatuhlah ia ke bumi dan tergeletak seperti mayat. Aku sendiri terjatuh bersamanya. Ketika setan sadar, aku disurih memejamkan mata dan seketika aku sudah berada di depan pintu rumahku.

“Pada malam berikutnya, setan kembali ke kamar untuk menemui isteriku, tetapi aku menutup pintu seraya berkata

لا حول ولا قوة الا بالله

“Aku mengulangi kalimat itu 3 kali. Dan isteriku berkata bahwa kalimat yang pertama ku katakan membuat setan berlari-lari mencari jalan keluar. Ucapan kedua, turunlah api dari langit mengelilinginya. Dan ucapan ketiga api membakarnya hingga itu hangus menjadi abu. Tuhan telah melepaskan kita dari makhluk terkutuk itu.” Kata isteriku.

Khalifah al-Makmun mendengar kisah dari laki-laki Nasrani itu penuh perhatian. Begitu selesai cerita, Khalifah al-Makmun membebaskan laki-laki tersebut dan mengembalikan uang dirham yang sudah disitanya.

(Lim) diambil dari berbagai sumber.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button