Kudus

Menunggu Munculnya Bunga Tabebuya di Citywalk

Kudus, Dupanews.id – Sudah hampir dua tahun Citywalk Jalan Sunan Kudus(CJSK) Kecamatan Kota Kudus dioperasikan. Tetapi gagal difungsikan seperti kawasan Malioboro kota Jogjakarta. Meski untuk membangun CJSK  sepanjang  562  meter ini telah  menghabiskan biaya sekitar Rp 14 miliar.

                Salah satu bangunan yang berada dekat tembok Lembata Pemasyarakatan (LP) Kudus dan semula didesain untuk ruangan keamanan belum sempat dioperasikan, Tapi bangunan yang didominasi warna putih ini malah sudah dibongkar dan lenyap entah ke mana.

                Begitu pula sepasang toilet umum portable yang diletakkan di  tepi jembatan-sungai Gelis bagian timur juga tidak berfungai,

                Tiang tiang lampu pedestrian yang didesain bentuk daun tembakau dan pikulan soto Kudus sebagian besar mulai keropos. Dan sejumlah lampu juga tidak berfungsi-tidak menyala. Lalu pernak pernik yang melintang di ruas jalan sejak dari Alun Alun Simpang Tujuh hingga jembatan Kali Gelis ini juga banyak mreteli- copot dan runtuh..

                Sedangkan puluhan pohon yang berfungsi sebagai peneduh jalan-jalur hijau sebagian besar tumbuh dengan baik di sisi kanan kiri ( utara selatan). Namun sebagian besar pula belum berbunga. Dan yang meragukan apakah benar semua pohon peneduh tersebut sesuai “bestek”, yaitu tanaman tabebuya pink, kuning, putih dan merah. Sebab ada sejumlah pohon yang diamati dupanews.id bukan tergolong tabebuya.

                Menurut suku dinas pertamanan kota Surabaya,  tabebuya kuning  dalam kurun waktu satu setengah tahun sudah berbunga. Sedangkan yang lainnya mulai berbunga pada umur dua tahun.

                 Sebelum dibangun CJSK, ruas Jalan Sunan Kudus juga telah ditanami  pohon peneduh jalan. Namun  sebagian besar tidak terawatt, sehingga hanya sebagian kecil yang tumbuh dan berkembang dengan baik. Sayangnya semua tanaman/pohon lama  ini ditebang habis-digantikan tabebuya.                 Jika tanaman ini nantinya tumbuh subur dan berkembang baik seperti halnya  yang terlihat di kota Surabaya,  nampaknya warga Kota Kretek  akan melupakan biaya pembangunan yang cukup besar untuk mewujutkan CJSK. (Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button