BudayaEkonomiKudus

Lestarikan Budaya Sekaligus Promosi UMKM, Bupati Hartopo : Semoga Makin Makmur

KUDUS, dupanews.id – Setelah dua tahun vakum, Kirab Budaya Apitan “Sedekah Bumi” Desa Getaspejaten Kecamatan Jati kembali digelar pada Minggu (19/6). Ribuan masyarakat memadati sepanjang jalan menuju Balai Desa Getaspejaten menyaksikan kirab. 

Para peserta terlihat membawa berbagai hasil sedekah bumi dan produk UMKM. Mulai dari gunungan buah dan sayur, jajan pasar, sampai dengan kerajinan tangan berupa tas dan aksesori. Bupati Kudus Hartopo memuji antusiasme warga mengikuti kirab budaya. 

“Luar biasa antusiasnya warga Desa Getaspejaten. Meriah sekali,” ucapnya.

Hartopo mengungkapkan tradisi kirab harus terus lestari. Terlebih, kirab budaya juga merupakan ungkapan rasa syukur warga atas limpahan nikmat dari Allah SWT. Pihaknya berdoa agar warga Desa Getaspejaten makin makmur dan berkah.

“Kirab ini juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Saya doakan warga Getaspejaten sehat semua,” paparnya.

Selain itu, gelaran kirab juga jadi ajang promosi UMKM untuk menarik minat pembeli. Bupati menyebut terobosan ini kreatif dan sangat inovatif. Pihaknya optimis, setelah ini perekonomian di Desa Getaspejaten terus meningkat.

“Warga Getaspejaten kreatif semua. Kirab sekalian promosi UMKM. Saya yakin perekonomian makin menggeliat,” ujarnya.

Salah satu peserta kirab warga RT 07 RW 01 Desa Getaspejaten, Yayuk, mengungkapkan kegembiraannya kirab diadakan kembali. Dirinya bersama ibu-ibu membawa jajanan pasar yang biasa dibuatnya semangat meskipun berjalan sekira 10 kilometer.

“Udah lama nunggu ada kirab lagi jadi ya semangat. Nggak capek. Ini bawa jajan pasar sekalian promosi. Alhamdulillah juga ketemu pak Bupati,” ucapnya sumringah. 

Sementara itu, Kepala Desa Getaspejaten Kusnadi berterima kasih kepada Bupati Kudus yang menyaksikan kirab dari awal sampai dengan akhir acara. Kusnadi menyebut kesuksesan kirab tak lepas dari partisipasi warga yang gotong royong menyemarakkan acara.

“Ini berkat kontribusi seluruh warga Desa Getaspejaten yang kompak mempersiapkan kirab,” ungkapnya.

Tak kurang 2.500 orang menjadi peserta kirab. Diungkapkan panitia sie acara Kirab Budaya Saifuddin Najib, peserta berasal dari pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan warga dari 40 RT. Najib menyebut sejak digelar 2017, partisipasi masyarakat terus meningkat.

“Kirab budaya ini sudah diadakan empat kali. Tahun ini kontingen terbanyak. Setiap RT maupun sekolah mengirimkan masing-masing 50 orang,” ucapnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button