BudayaKudus

Sepi Penonton, Pagelaran Karawitan di Desa Kaliwungu

Kudus,Dupanews.id –  Sepi penonton, pagelaran karawitan di komplek Kantor-Balai Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu, Minggu siang (18/9/2022). Dalam rangka menyambut hari ulang tahun kota Kudus ke 473. Puluhan kursi plastik warna putih yang berada di depan panggung- sebagian besar kosong melompong.  Hanya terlihat sejumlah penonton. Dan sebagian besar panitia justru yang mengisi dan memeriahkannya. Dengan cara  bernyanyi, berjoget dan diiringi karawitan beserta tiga sinden perempuan dan seorang “dalang”.

                Sang dalang sempat berkelakar: Lho iki kepiye. Karawitane mantep, sindene ayu ayu- swarane merak ati- ee malah penontone harang –harang banget. Nggih sampun monggo ingkang badhe ndherek nyumbang lagu – Lho bagaimana ini. Grup karawitannya mantap. Sinden-penyanyinya cantik cantik. Suaranya merdu. Ee malah penonton tidak seberapa. Ya  sudah. Silahkan yang mau nyumbang lagu” tutur sang dalang yang mengenakan busana adat Jawa.

                Dan tidak disangka-sangka, muncullah seorang ibu. Mengenakan kain, kebaya, kerudung dengan warna yang hampir sama- pink dan berkacamata.  Lagunipun menapa Bu ? Perahu layar mas dalang. Piyambak napa didampingi sindhen. Monggo kersa. Dados.

                Kemudian ibu melantunkan tembang Jawa tersebut dengan suara sangat merdu. Menjadikan “mas dalang” dan “mbak sindhen” terperanjat. Dan bahkan ketika  ibu ini melantunkan lagu kedua Anoman Obong- gemparlah panggung tersebut. Seorang perempuan muda mengangsurkan tiga lembar uang kertas pecahan Rp 50.000,- ke arah ibu dan pesinden.

                Lho jamunya apa ta bu. Kok suaranya masih cukup bagus-seperti sinden muda saja, “Tidak ada jamu-jamuan. Yang penting hidup ini mengalir saja. Umur saya sudah  74 tahu lho. Seharusnya tidak lagi njoget dan nembang- seperti anak muda saja,’ ujar sang ibu yang ternyata bernama Sutin Sukadi.

                Menjelang berakhirnya pagelaran karawitan,  sebagian besar panitia- khususnya anggota  kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Gebyog Royo- naik ke panggung untuk joget dan melantunkan lagu  campursari. (Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button