Kudus

Gawang Ketua KONI Kudus Akhirnya Jebol Juga

Kudus, Dupanews – Gawang ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus akhirnya jebol juga. Setelah digelar Musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (Musorkablub) yang diikuti 34 cabang olahraga di salah satu hotel di Gang I Kota Kudus Sabtu (20/2/2021). “Sidang secara aklamasi telah mengesahkan Imam Triyanto untuk memimpin KONI Kudus masa periode 2021-2025. Menggantikan Ketua KONI saat ini Antoni Alfin,” kata Sunarto, selaku ketua sidang.

            Menurut Wakil Kepala Bidang Organisasi KONI Jawa Tengah Uen Hartiwan , keseluruhan pelaksanaan Musorkablub Pengkab Kudus sudah sesuai dan berjalan sesuai ketentuan. Yakni diikuti oleh dua pertiga dari total Pengkab di Kabupaten Kudus.

  “Karena sudah sesuai dengan AD / ART, maka dikirimlah kami ke sini untuk melihat prosesi Musorkablub,”

            Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin, yang dihubungi Dupanews  menyatakan : “ Kalo memang aturan  AD/ART tidak digunakan- tetap jalur hukum” tegasnya.

            Upaya melengserkan Antonoi Alfin sebenarnya sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2020.  Kemudian pada  menjelang akhir Januari  digoyang lagi. Anton bagai di atas angin setelah dalam  rapat anggota tahunan yang konon baru kali pertama dilakukan sejak 17 tahun terakhir, yang menghadiri rapat 27 cabang olahraga.

            Namun ketika digelar Musorkablub, ada 7 cabang olahraga yang semula mendukung dalam rapat anggota tahunan, mbalela  ke kubu “lawan” yang konon didalangi salah satu pengurus cabang olahraga yang juga anggota DPRD Kudus serta dukungn salah satu pejabat teras  di Kota Kretek. Anton pun sejak awal sebenarnya sudah diberi banyak masukan. Dia selalu mendengarkan dan  menyetujui saran itu. Namun tidak pernah mau  melaksanakan. “Dia menggunakan pola pertahanan ketat. Tidak mau berusaha untuk menyerang balik saat ada kesempatan. Kesempatan terbaik ketika sudah didukung 27 cabang olahraga, tapi Anton malah duduk tenang tidak berusaha untuk semakin merapatkan 27 personilnya untuk menghadapi musorkablub. Pertahanan terbaik adalah menyerang. Itu tidak dilakukan. Ketika pertahanan terus digempur dam kini penyerang lawan adalah tokoh dan pejabat berpengaruh, gawang Anton pun jebol. “ tutur salah satu pengurus cabang olahraga yang sempat sebagai pendukung Anton, tapi saat detik detik terakhir akhirnya memilih mbalela. (sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button