Kudus

Busana Pengantin, Empat Busana Kudusan

Kudus, Dupanews.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, sukses menyelenggarakan  Pagelaran Busana Kudusan di pendopo kabupaten setempat, Senin malam (20/12/2021). Meski satu diantara enam peragaan terpaksa tidak bisa ditampilkan karena sewa bajunya cukup mahal, yaitu sekitar Rp 15 juta. “Itu belum termasuk biaya riasnya. Saya “angkat tangan”. Jika Rp 4- 5 Juta saya masih berani” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Kadis Budpar) Kudus, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Agus Susanto yang dihubungi Dupanews,Selasa ( 21/12/2021).

Satu peragaan yang gagal ditampilkan adalah  pengantin tata agung (peranakan). Baju pengantin ini ditangani Tere Batik dan  Harpi rias. Sedang peragaan baju pengantin Tata Kaji ( muslim ),  busana  kudusan saudagar ( muslim ) ,busana kudusan saudagar ( peranakan ), busana kudusan jas songkok dan busana kudusan jas koko lan caping kalo  tetap tampil.

Menurut Agus Susanto, peraturan daerah (Perda) tentang Pemajuan Kebudayaan sudah selesai sejak dua minggu terakhir dan kemudian akan ditindak lanjuti dengan peraturan bupati (Perbub). “Termasuk batik kudus standarnya seperti apa akan terangkum dalam Perbub” tambahnya.

Selain itu khusus untuk pengadaan caping kalo yang semula maestronya warga Desa Gulang Kecamatan Mejobo konon sudah meninggal. Namun mengingat sentra kerajinan anyaman bambu berada di desa ini, maka nampaknya tidak terlalu sulit untuk mencari penggantinya.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button