KudusSosial

Abang Becak Mulai Bisa Tertawa Meski Harus Mengayuh Sejauh 1.200 Meter

Kudus, Dupanews.id – Puluhan abang becak yang khusus melayani peziarah-wisatawan dengan rute terminal wisata  Bakalan Krapyak – komplek Masjid Menara Makam Sunan Kudus (M3SK). Kini mulai bisa tertawa kembali, Seiring dengan semakin banyaknya peziarah-pengunjung-wisatawan yang berdatangan  dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur,

Pada posisi Senin (22/3/2021) pukul 15.00 WIB, rata rata abang becak sudah melayani tiga kali putaran. Atau enam kali mengayuh becaknya “pulang pergi” . Sekali kayuh menempuh jarak 1.200 meter . Dengan waktu tempuh paling cepat 15 menit dan paling lama 30 menit

Rute perjalanan peziarah Bakalan krapyak - Menara Masjid Sunan Kudus (foto Sup)
Rute perjalanan peziarah Bakalan krapyak – Menara Masjid Sunan Kudus (foto Sup)
Baca juga : Teguh “Mat Kodak “ Menara Kudus Sekali Jepret Rp 20.000.

Dimulai dari titik nol di komplek terminal Bakalan Krapyak, lalu menyusuri jalan aspal di belakang komplek industri elektronik, Mentok belok kiri yang di kanan kirinya menjulang tembok komplek industri, Mentok lagi masuk ke jalan raya,belok kanan lurus hingga perempatan jalan – lampu lalulintas Jember, belok kiri lalu tiba Taman Menara. “Tarifnya seragam Rp 15.000 sekali tarik. Dengan jumlah penumpang 1-2 orang dewasa. Hari ini kami rata rata sudah berpenghasilan Rp 15.000 x 6 = Rp 90.000 , Hal itu yang membuat kami bisa tertawa dan penuh semangat,” ujar Solikin dan kawan kawan .

Peziarah perempuan melintas di terminal wisata Bakalan Krapyak Kudus (foto Sup)
Peziarah perempuan melintas di terminal wisata Bakalan Krapyak Kudus (foto Sup)

Pendapatan itu akan meningkat pada setiap Sabtu dan Minggu, karena jumlah peziarah-pengunjung bisa dua kali lipat.  “Kondisi ini baru berlangsung sekitar 10 -15 hari terakhir, setelah secara umum “korban” Covid-19 berkurang dan tempat wisata-ziarah dibuka kembali.” tambahnya.,

Baca Juga : Granit India di Jalan Menara Sunan Kudus, Selalu Rusak, Biaya Pembangunan Rp 9 miliar

Selain abang becak, fasilitas angkutan dengan rute khusus ini, juga dilayani ojek motor, mobil dan dokar. Dengan tarif dan jam operasional yang berbeda, serta telah disepakati semua pihak.

Dua petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang ditemui di komplek terminal wisata Bakalan Krapyak membenarkan adanya peningkatan jumlah armada bus dan minibus. Bahkan pada setiap Sabtu dan Minggu  jumlahnya lebih banyak. Sebagian besar berdatangan dari Jatim, Jabar dan sejumlah kota/kabupaten di Jateng sendiri. Pada  saat Dupanews berada di lokasi ini, ada  enam bus dan tiga minibus. Sedang jumlah warung-kios pedagang kaki lima yang beroperasi di terminal Bakalan Krapyak juga mulai bertambah banyak. “Kami berharap hingga memasuki awal puasa, jumlah peziarah-pengunjung semakin banyak. Sebab selama bulan puasa nyaris tidak ada satupun peziarah yang datang. Itulah masa paceklik kami,” tutur Kasmiyatun salah satu pedagang kaki lima.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button