Kudus

“Geger” Pencalonan Sekdes Kaliwungu Kudus

Kudus, Dupanews.id-  Meski belum ada pendaftar calon sekretaris desa (Sekdes) di Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Namun beberapa hari terakhir  sudah terjadi “geger” di kalangan warga setempat. Terutama yang menyangkut isu kepastian tentang siapa yang bakal terpilih dan juga terkait dengan “harga kursi” Sekdes, yang berkisar antara Rp 300 – Rp 500 juta. Bahkan ada salah satu calon yang berani membayar hingga Rp 1 miliar, karena didukung pendanaannya dari beberapa orang anggota keluarganya-yang menjadi pejabat di sejumlah departemen di Jakarta.

Akibatnya sejumlah warga yang berkeinginan untuk “nyalon carik desa” menjadi “minder”dan urung akan mencalonkan diri. Padahal calon calon tersebut di banyak hal oleh warga dianggap pantas dan mumpuni.

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan, yang ditemui Dupanews.id di ruang kerjanya, Kamis ( 22/9/2022)  sempat tertawa tentang “gegeran” tersebut. Tetapi ia menegaskan, selaku pimpinan wilayah  akan ikut mengawal jalannya seleksi pengisian jabatan perangkat desa – khususnya di wilayah kerjanya. “Rasanya tidak mungkin  jika pihak panitia sudah memutuskan memutuiskan lebih dahulu orang per orang sebagai “pemenangnya”. Itu ditentukan saat ujian- begitu ujian selesai langsung diumumkan siapa yang lulus. Setiap calon lebih baik focus untuk seleksi- bukan terbius pada isu-isu yang yang menyesatkan” tegasnya.

Bupati Kudus Hartopo pun telah meminta agar segala proses pengisian jabatan perangkat desa yang kosong di wilayah kerjanya  selalu mengedepankan transparansi. Kehati-hatian dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

Menurut data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), saat ini tercatat ada 252 jabatan perangkat desa yang “kosong” dan tersebar di 90 desa. Dengan rincian 78  sekretaris desa, 14 kepala seksi pemerintahan, 12  kepala seksi kesejahteraan, 12  kepala seksi pelayanan, 17  kepala urusan tata usaha dan umum, 5  kepala urusan umum dan perencanaan, 13  kepala urusan keuangan, 21  kepala urusan perencanaan, 38  kepala dusun dan 42  staf . Adapun ujian penyaringan akan dilaksanakan serentak pada 13 Desember 2022 mendatang.Dan pada tanggal 26 September 2022, pihak desa harus sudah membentuk panitia pendaftaran. Lalu mulai dibuka pada 5 Oktober hingga tujuh hari ke depan.(Sup).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button