KudusReligi

Pasarean Sedo Mukti, Trah Tjondronegoro

Kudus, Dupanews.id – Hari ini Jumat Pahing, 23 September 2022, bertepatan dengan hari ulang tahun Kudus yang ke-473. Dan salah satu diantara acara yang telah dijadwalkan Pemkab Kudus dalam puncak acara peringatan ulang tahun ini adalah ziarah ke komplek pasarean Sedo Mukti Desa Kaliputu Kecamatan Kota Kudus.

Ziarah dipimpin langsung Bupati Kudus, Hartopo. Dan menurut jurukunci Sedo Mukti,  Sunarto, ini merupakan  ziarah kedua yang dilakukan Hartopo. “Sedang Bupati Kudus Tamzil paling sering ke pesarean ini. Biasanya tengah malam dan sendirian. Ajudan beliau yang selalu memberitahu lebih dahulu kepada saya. Tapi bupati Kudus lainnya maupun para pejabat tidak pernah ada yang berziarah ke Sedo Mukti” ujarnya.

Menurut jurukunci Sedo Mukti ke-10  tersebut, dibanding dengan pasarean/makam lainnya, Sedo Mukti ini agak berbeda. Terutama menyangkut masalah tujuan- keinginan peziarah. “yang bertujuan untuk “duniawi”. Seperti kekayaan, pangkat-derajat dan sebagainya dipastikan tidak ke Sedo Mukti. Mereka yang nyekar ke sini pada umumnya menyangkut pendidikan. Dan makam paling “rame” dikunjungi adalah makam Raden Mas (RM) Sosrokartono. Lalu makam Raden Ayu Mening. Beliau adalah budhe dari Sosrokartono. Putri Kanjeng Gusti Mangkunegaran ke -4 dan isteri dari Bupati Kudus-Brebes periode 1850-1880, Kanjeng Raden Mas  Adipati Ario Tjondronegoro V” tambah Sunarto.

Kawasan Sedo Mukti seluas dua hektar. Bekas tanah perdikan dan telah menjadi hak milik dari Yayasan Sedo Mukti, termasuk  sebuah rumah di selatan makam pahlawan Setyo Pertiwi. Beberapa meter    seberang jalan dari Sedo Mukti.

Merupakan komplek pemakaman trah /keturunan Tjondronegoro. Dan tercatat sebagai cagar budaya. Sebagai buktinya di depan pintu gerbang komplek makam terlihat papan nama yang mengutip undang undang nomor 5 tahun 1992 tentang cagar budaya. Undang undang tersebut telah diganti dengan undang undang nomor 11 tahun 2010. Meski demikian papan nama itu sampai dengan Jumat ( 23/9/2022) belum juga diganti- meski jelas itu sudah kadaluwarsa.

 Selain kedua makam tersebut, Desa Kaliputu juga punya makam umum Sedo Mulyo yang berdampingan dengan makam pahlawan.

 Juga memiliki makam  Mbah Depok Soponyono yang berada di Gang 2 dan sebuah petilasan di sebelah utara makam Sedo Mulyo. Mbah Depok menurut cerita rakyat diyakini sebagai cikal bakal  dari industri jenang kudus. Dan Desa Kaliputu sampai sekarang masih menjadi sentra jenang Kudus, dengan jumlah perusahaan 27  serta mampu berproduksi  sekitar 2,1 ton per hari.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button