KudusSejarahSosial

Tiga Abad Belum Terbaca Buku Rogo Moyo

Kudus, Dupanews.id – Diperkirakan sudah sekitar tiga abad, buku peninggalan Rogo Moyo belum  bisa dibaca, sehingga secara “keilmuan” belum  bisa menguak  sosok ini- terutama terkait dengan dugaan  yang bersangkutan adalah arsitek sekaligus pelaksana dari pendopo kabupaten Kudus.  “ Benar sampai saat ini  buku itu belum bisa diterjemahkan. Namun dipercaya ( buku itu) menyangkut  pertukangan,” ujar Sancaka Dwi Supani, salah satu sejarawan di Kudus, Selasa (24/8/2021

Buku tentang Data Arsitektur Tradisional Kudus yang disusun  berdasarkan penugasan dan pengawasan Ir Wibowo selaku pimpinan  proyek dan Ketua Tim Studi/ Penanggung Jawab Ir Andi Siswanto Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Tengah, awal Januari 1986 tidak/belum menyebut nama Rogomoyo

Buku itu sendiri antara lain “dihiasi “. Dengan sejumlah gambar wayang kulit semacam denah dan berbahasa Jawa Kawi dan Arab Paragon, yang sebagian diantaranya sudah dimakan rengat. Sehingga hilang tak berbekas “Pernah ketika dibawa ke Jogja dan Solo, untuk dilihat dan diterjemahkan ahlinya tidak pernah sampai tujuan. Akhirnya dibawa kembali  ke Kudus dan disimpan di tempat yang aman” tutur Miran juru kunci makam Rogomoyo,

Miran juga menunjukkan peninggalan Rogomoyo lainnya. Yaitu sebuah siku dari besi berukuran 20 x 34 centimeter dan jangka ukuran tinggi 15 centimet.

Lalu  Munasri warga setempat mengaku, sebagian rumahnya yang berasal peninggalan orang tua dan tinggal menyisakan empat saka papat  dan tumpangsari adalah buatan Rogomoyo.

buku,jangka, siku)
buku,jangka, siku

Sedang peninggalan lain yang ditunjukkan perangkat desa, berupa sebuah wuwungan dan tumpukan batu bata bermotif ukir-ukiran  yang ditempatkan di dalam mushola pedukuhan setempat

Mana yang benar.

Menurut buku yang ditulis Zunahah  berjudul :Rogomoyo seorang ulama dan arsitek rumah joglo pencu tunpang songo serta serta gebyok ukir rogo moyo. Pendopo kabupaten Kudus dibangun  sekitar tahun 1830 yang dilaksanakan dan diarsiteki Rogomoyo pada  saat Kanjeng Kyai Adipati Ario Condronegoro III menjabat Bupati Kudus periode 1812 – 1837.

Lalu menurut Wikipedia : R. Adipati Ario Padmonegoro, merupakan Bupati Kudus pertama. Lalu diganti Kanjeng R.T. Cokrohadinegoro ( keduanya tidak diketahui tahun pemerintahannya) Kemudian beralih ke Kanjeng Kyai Adipati Ario Tjondronegoro  yang pemerintah pada tahun  1812 -1837

Sedang Kantor kearsipan Kudus mencatat  bupati pertama adalah R Adipati Aryo Tjokronegara, yakni selama 46 tahun, dari mulai 1899 – 1845. Lalu menurut Sancaka Dwi Supani keputusan Gubernur Hindia belanda pada tahun 1819. Diangkat sebagai Bupati (Regent) pertama adalah Kyai Raden Adipati Tumenggung Pandji Padmonegoro tahun 1820. “Rogomoyo itu menurut saya adalah salah satu orang yang meneruskan seni pertukangan ukir sungging Mbah Kiai Telingsing” “ tegasnya.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button