KulinerPendidikan

Mencicipi Sate Wagyu di Resto Jiva Bestari

Kudus, dupanews.id – Mau cari warung dan makan sate kambing, sate ayam, sate kerbau di Kudus dengan mudah bisa ditemukan. Tapi untuk sate wagyu. Ini yang mungkin bagi  masyarakat umum di Kota Kretek masih terasa asing.

Tapi bagi yang hobi kulineran  pasti mengenalnya. Salah satunya diatara rumah makan/restoran yang menyajikan sate wagyu adalah di resto Jiva Bestari. Bahkan menjadi hidangan utamanya.

Jiva Bestari berada di komplek Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 2  Kaliwungu. Tepi jalan raya Kudus- Jepara, beberapa puluh meter sebelum Kantor Kecamatan Kaliwungu. Dari arah kota Kudus di sebelah utara jalan. “ Kami memiliki beberapa jurusan. Satu diantaranya yang mulai banyak diminati jurusan tata boga atau kuliner. Dan resto itu yang  menangani sehari-harinya para siswa jurusan  tersebut. Tentu didampingi para guru/pembimbingnya. Jiva Bestari sendiri artinya  jiwa yang selalu berkembang”  ujar Kepala SMK PGRI 2 Mustam Efendi,  yang ditemui Dupanews Jumat ( 28/1/2022).

Sedang Sate Wagyu, berbahan baku daging sapi pilihan yang didatangkan (dibeli) dari Semarang dengan harga Rp 200.000 per kilogram. Atau hampir dua kali lipat dari harga daging sapi pada umumnya. “Saya tidak tahu jenis sapinya. Tapi yang pasti dagingnya dipastikan jauh berkualitas,” tambahnya.

Daging wagyu “aslinya” daging sapi asal Kobe, Jepang. Tapi di sejumlah daerah/provinsi sudah banyak diternakkan sapi jenis ini.

Sedang bumbu sate wagyu adalah khas dari Sunda yang dikenal dengan bumbu  maranggi. Terdiri gula merah, bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, air asam jawa dan garam.

Dalam buku/daftar menu yang tercetak mirip album foto ini, sate wagyu adalah hidangan utama dalam menu Jiva. Dan sebelumnya disajikan hidangan  pembuka berupa : sosis solo dan sup garang asem. Hidangan penutupnya : klepon  serta minumannya teh jawa.

Sedang menu Bestari  : hidangan utamanya nasi bali. Dengan hidangan pembukanya : sosis solo,  sup garang asem. Hidangan penutup ;  bisa pilih klappetart, es pisang hijau, es pisang byar, es pisang gapit atau cendol panna cotta. Minuman teh jawa.

Selain itu juga disajikan  hidangan utama lainnya : nasi gulai cumi, kapau, ayam lengkuas,pecel. Taluha barendo ati rempelo, nasi Bali, tumeng mini. Lalu ada sup  ikan  bali kuning, pindang ikan  kakap dan sop buntut. Serta  hidangan pembuka : otak otak, asinan Jakarta dan martabak Aceh.”Dan jangan lupa para siswa juga menyediakan aneka minuman panas/dingin dan bir pletok. Minuman khas Betawi yang berbahan jahe, kayu secang, sereh, cengkeh, daun jeruk, kulit kayu  manis dan biji pala,” tambah Mustam Efendi.

Fine dining.

Resto Jiva Bestari, sengaja diproyeksikan tampil beda dengan resto di SMK I Purwosari Kudus. Meski kedua SMK jurusan tata boga/kuliner ini ditulang-punggungi Yayasan Pendidikan Djarum.

Yaitu dengan menghadirkan jenis restoran fine dining. Yang bercirikan – berkesan mewah: sejak dari peralatan makan yang sangat lengkap. Sesuai dengan menu yang disantap para tamu. Jenis menu, hingga pelayanan yang diberikan pada tamu.

Setiap tamu akan disambut pelayan dan diantarkan ke meja, lalu diberikan pelayanan penuh selama makan hingga saat akan ke luar dari restoran. 

Selain itu bahan makanan dan minuman selalu terkontrol kualitasnya. Dapur dan peralatannya standar internasional. Begitu pula para koki-juru masaknya semuanya para siswa jurusan kuliner, yang secara berkala memperoleh berbagai bentuk pelatihan dan bimbingan dari ahlinya- yang tersebar di berbagai resto/perhotelan kelas atas.”Tapi harganya makanan dan minuman yang tersaji di Jiva Bestari tidak mahal. Cukup terjangkau, sehingga lumayan banyak pelanggan kami,”  tutur Mustam Effendi.

Saat Dupanews, bersantap siang di lantai dua resto Jiva Bestari bersama dengan kepala sekolah dan seorang rekan, kesan mewah langsung terasa.

Ruangan ini menghadap ke arah jalan raya. Terlihat tiga jendela kaca berbentuk lengkung. Di bagian tengah tertata  rapi  sekitar 5-6 meja dan setiap meja dilengkapi empat kusi.

Lalu yang mepet dengan dinding bagian barat, juga ada sejumlah meja dan kursi. Hanya saja dilengkapi “ kursi”  panjang berbusa warna kuning(sofa).

Di  tepi dinding bagian timur diperuntukkan bagi para siswa yang siap  menghidangkan aneka jenis makanan-minuman siap saji dengan sarana –prasananya. Termasuk ruang kasir. Mereka berbusana  seragam dengan warna , desain , hingga penampilan menarik.

 Sedangkan di bagian belakang berdinding kaca dengan dilengkapi ornamen menarik. Lalu sebagian besar plafonnya dipenuhi lampu dengan cahaya redup. Semuanya ini memang berbeda dengan jenis restoran kasual/sederhana. Mau coba? (Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button