BebasKudus

Sejenak Melepaskan “Kemesraan” di Rumah Umar Maja

Kudus, Dupanews.id – Sebuah pertemuan awal yang tidak pernah dirancang lebih dahulu, Hanya karena ada canthelannya”  memperingati Hari Sumpah Pemuda. 28 Oktober. Tiga sumpah pemuda pemudi Indonesia, yang diikrarkan  93 tahun lalu.

Maka berkumpulah  lebih dari 20 orang di rumah Umar di seputar Gondosari Gebog Kabupaten Kudus. Duduk lesehan di seputar gazebo. Di bagian  belakang samping kanan rumah. Ditemani aneka jenis makanan, minuman, nasi beserta lauknya yang terbungkus daun jati dan musik.

Arena jagongan yang melibatkan “pemuda dan orang tua” ( tidak nampak seorang perempuan -yang hadir). Sebuah arena- mimbar, untuk menyuarakan isi hati masing masing yang hadir, Tidak dibatasi dengan latar belakang politik, agama, suku, ras dan sebagainya. “Kampanye silahkan. Mau bicara PKI, atheis monggo.  Mau misuh misuh.  Bebas” ujar Umar yang malam itu juga hanya bersarung dan wira wiri melayani para “tamunya”.

Bagi Bin Subianto,  jagongan yang dimulai sekitar pukul 20.00 dan baru berakhir menjelang tengah malam, adalah  jagongan budaya yang perlu untuk digelar lagi. Lalu Arwani beban tidak langsung jika seseorang memakai atribut. Jadi akan lebih bebas- lebih leluasa, jika dalam forum semacam ini  atribut itu ditanggalkan saja.

Sedang bagi Safiq yang  pernah menyandang sebagai sosok Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dan beberapa tahun di bidang olahraga, menyebutnya sebagai arena “pinggiran”. Akan menjadi gayeng, ketika menghadirkan sosok sosok dari berbagai kalangan. Tapi tetap dikemas dalam bingkai budaya. Budaya bangsa Indonesia. Terlebih budaya Jawa. Saya siap untuk menghadirkan sosok sosok itu,” tuturnya,

Baca Juga : Sejenak di Pasar Hasil Bumi Perkebunan Piji Kudus

Dan sosok itu sebenarnya termasuk Umar Maja yang kini kesehariannya sudah berada di lingkungan pemerintahan. Bukan berarti turut larut dalam carut marutnya pemerintahan kabupaten (Pemkab). Sebaliknya memberikan “ warna”- sentuhan yamg dikemas dalam  bentuk budaya. Lebih mengedepankan hati nurani- bukan lagi nafsu.

“Saya pastikan , saya samasekali tidak bermain politik, Khususnya di perhelatan pemilihan  kepala daerah, Saya hanya terbatas menjabarkan program gerakan aman, sehat, indah dan kreatif (Gasik) yang diluncurkan Hartopo- bupati- pemimpin di Kabupaten Kudus. Warga wajib dukung, tapi juga wajib mengkritik,” tegas Umar Maja.

Selain itu Umar yang pernah mencalonkan diri sebagai bupati Kudus, tapi akhirnya memilih tidak meneruskan proses pencalonan, menyediakan rumahnya sebagai ajang lanjutan jagong lesehan.

Rumah itu cukup besar. Desainnya menarik bergaya kolonial . Sekilas mirip Gedung Agung Jogja. Ada sebuah patung besar di halaman depan. Lalu ada “pura” di samping kanan depan . Dan di depan gazebo terlihat kolam ikan kecil dengan aneka jenis ikan yang nampak meliuk liuk indah.    

Jagong lesehan diakhiri nyanyi bersama : Kemesraan. Sebuah lagu ciptaan Franky dan Johny Sahilatua tahun 1988 , yang dinyanyikan  Betharia Sonata, Rafika Duri, Chrisye, Itang Yunasz, Etrie Jayanthie, Jamal Mirdad, dan Nani Sugianto.

Tahun 2015, lagu ini diaransemen ulang Iwan Fals, dengan melibatkan artis Musica Studios seperti Noah, Nidji, Geisha dan d’Masiv. 

Liriknya :

Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi

Burung camar terbang
Bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita

Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu

Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu

Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu

Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu

Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu

(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button