Kudus

Bupati Kudus Membuka Perlombaan Burung Perkutut Untuk Nguri-uri Budaya Warisan Leluhur

KUDUS, dupanewa.id – H.M. Hartopo menghadiri Latihan prestasi burung perkutut yang diselenggarakan oleh Komunitas Kung Muria Kudus (KMK) di Rumah makan Bambu Wulung, Ngembalrejo Bae Kudus, Minggu (28/11).

Apresiasi diberikan oleh Bupati Hartopo atas terselenggaranya event lomba gantangan perkutut ‘Kung Muria Kudus’ ini. Karena, Pihaknya menilai burung perkutut mempunyai nilai histori tersendiri dalam kebudayaan masyarakat, khususnya masyarakat jawa.

“Atas nama pemerintah dan pribadi, Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya event lomba gantangan perkutut ini. Menurut saya, Perkutut mempunyai nilai sejarah sarat makna yang merupakan warisan nenek moyang kita. Maka dari itu, kita sebagai generasi penerus semoga dapat melestarikanya,” jelasnya.

Bupati Kudus juga berharap dengan diadakanya lomba gantangan perkutut yang dihadiri oleh berbagai komunitas kung mania dari berbagai daerah dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata.

“Semoga dengan hadirnya berbagai komunitas kung mania dari seluruh penjuru daerah dapat membawa dampak positif bagi pariwisata Kabupaten Kudus,” harapnya.

Selain itu, Bupati Kudus mengajak peran serta masyarakat khususnya generasi milenial agar lebih mencintai dan melestarikan burung perkutut dengan tujuan nguri-uri budaya.

“Burung perkutut ini memiliki keunikan tersendiri, ibarat sebuah barang ini kategori klasik. Banyak kalangan ningrat yang memeliharanya. Alangkah baiknya juga generasi milenial dapat ikut melestarikanya dengan tujuan nguri-uri kebudayaan kita. Dengan begitu, banyak hal yang akan kita ketahui dari histori burung perkutut sebagai warisan budaya leluhur,” terangnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga mendukung upaya pergelaran event-event pelestarian kebudayaan seperti ini.

“Burung perkutut Ini merupakan warisan nenek moyang, Oleh karena itu, Pemkab Kudus sangat mendukung event-event pelestarian kebudayaan seperti perlombaan ini dengan harapan burung perkutut yang notabene simbol kebudayaan kita dapat selalu diterima berbagai kalangan dalam perkembangan jaman,” imbuhnya.

Terakhir, Bupati Hartopo juga tak lupa mengingatkan pentingnya protokol kesehatan yang harus tetap ditaati.

“Berhubung kita masih didalam suasana pandemi. Saya harap jangan abaikan prokesnya. Jangan sampai jadi kluster baru dalam event ini. Taati aturan yang ada demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, Bupati Kudus juga memberikan reward berupa tambahan hadiah kepada peserta lomba yang berhasil menduduki peringkat juara satu, dua, dan tiga. (Rk)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button