Kudus

Tangkal Sebaran PMK, Bupati Hartopo : Kabupaten Kudus Sudah Menerima 500 Dosis Vaksin

KUDUS, dupanews.id – Antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Kabupaten Kudus terus digalakkan. Pada Kamis (30/6), Bupati Kudus Hartopo memulai vaksinasi sapi di kandang sapi perah Sumber Barokah Desa Garung Lor Kecamatan Kaliwungu.

Hartopo mengungkapkan Kabupaten Kudus telah menerima 500 dosis vaksin yang siap untuk disuntikkan. Semua dosis tersebut akan segera disuntikkan paling lambat sampai 4 Juli 2022 mendatang. 

“Kami telah menerima 500 dosis vaksin PMK. Kami akan langsung menggenjot vaksinasi lewat Dinas Pertanian dan Pangan,” paparnya.

Sampai saat ini, kasus PMK di Kabupaten Kudus relatif landai. Kesuksesan pencegahan PMK tak lepas dari sinergitas antara dinas terkait dan pemilik kandang ternak. Oleh karena itu, dirinya meminta pemilik kandang rajin memantau hewan ternak. Jika hewan ternak sakit, segera menghubungi dinas terkait sehingga bisa diisolasi. 

“Pemilik kandang juga harus pro aktif memantau setiap hari. Kalau ada yang sakit langsung dilaporkan supaya hewannya diisolasi. Jadi tidak ada penambahan kasus PMK di Kudus,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Sunardi menyampaikan jumlah 500 dosis vaksin masih jauh dari cukup. Diperlukan 4 ribuan dosis lagi hingga semua sapi benar-benar tervaksin. Meskipun begitu, dirinya menyampaikan telah menerjunkan petugas untuk memantau lapangan.

“Memang masih jauh dari cukup (vaksin). Tapi kami memaksimalkan SDM yang ada untuk memantau kondisi hewan ternak,” terangnya.

Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Agus Setiawan menargetkan hari ini 200 dosis vaksin akan segera disuntikkan. Empat tim vaksinator dibagi ke tiga kecamatan yakni Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Bae, dan Kecamatan Dawe.

“Kami prioritaskan tiga kecamatan dulu hari ini. Pertimbangannya karena memang di sana banyak populasi sapi perah dan sapi yang masih sehat,” ucapnya.

Vaksin akan dilaksanakan pada tiga tahap. Tahap kedua dilakukan berjarak 2 minggu dari vaksin pertama. Kemudian vaksin dosis booster akan disuntikkan enam bulan setelah vaksin kedua. Pertimbangan vaksinasi juga didasarkan masa hidup sapi yang panjang, sehat, dan berusia kurang dari satu tahun.

“Kami prioritaskan sapi perah karena produksinya lama. Jadi bukan yang mau dipotong,” imbuhnya. 

Pemilik kandang sapi perah Zainal Abidin (50) mengungkapkan kelegaannya 19 sapi miliknya telah divaksin. Dirinya mengungkapkan pemantauan terus dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan. Zaenal juga menjelaskan sapi dan kandang miliknya selalu dibersihkan setiap hari.

“Alhamdulillah sudah divaksin. Kami selalu menjada kandang dan sapi selalu bersih,” katanya. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button