Kudus

Kades Papringan Dilaporkan ke Polres dan Polda Jateng

Kudus, Dupanews.id- Kepala Desa (Kades) Papringan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus, Amin Budiarto telah dilaporkan kepada polisi resort (Polres) Kudus maupun polisi daerah (Polda)  Jawa Tengah.  Terkait dengan  tanah warisan seluas 7.300 meter persegi, yang dibeli investor untuk usaha meubel.

Namun sampai dengan Jumat (30/9/2022) belum/tidak ditindak-lanjuti. “Tanah itu  sudah saya garap sejak lebih dari 20 tahun dan selama kurun waktu tersebut saya selalu  membayar pajak setiap tahunnya. Tapi tanpa sepengetahuan saya tanah ini ternyata sudah dijual kepada investor” ujarAns warga Desa Papringan yang ditemui Dupanews.

Sedang hasil penjualan tanah yang konon per meter perseginya dihargai Rp 250.000, atau totalnya sekitar Rp 1,8 miliar ini pihaknya juga tidak diberikan bagian satu sen pun. “Itu akal-akalan (rekayasa) antara Kades dengan oknum. Sebenarnya masih ada ikatan saudara dengan saya. Saya berharap aparat terkait berindak tegas. Saya siap dimintai keterangan setiap saat” tegas Ans

Rekayasa itu diduga tidak hanya melibatkan  Kades, perangkat desa, juga pihak Badan Pertanahan yang secara sepihak telah menerbitkan  sertifikat tanah. Dan ada pihak yang melindungi.

Sedang tanah seluas 7.300 meter berada di sebelah barat sungai Jrakah dan saat ini sebagian diantaranya ada tanaman tebu . Tetapi sebagian lagi mulai diurug dengan tanah  yang dilakukan pihak investor.            Ans menambahkan,  sebagian sungai Jrakah tersebut juga telah diurug, sehingga sangat  membahayakan ketika musim hujan tiba.

Tanpa diurug pun, sungai yang berhulu di kaki Gunung Muria,  nyaris setiap musim penghujan meluap. Menggenangi jalan raya Kudus – Jepara. Ngeri saya membayangkannya jika terjadi banjir besar. Kades dan investor sudah sangat nekat-keterlaluan,”  ujarnya begitu gemas.(Sup)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button